Mayoritas Siswa Tak Miliki HP, Guru SD Ini Rela Keliling Rumah untuk Mengajar
Kamis, 30 Juli 2020 - 13:53 WIB
loading...
Guru SDN Lemahkembar, Ambar Susanti, mengajar sejumlah murid SDN Lemahkembar, Probolinggo di sebuah kebon. Foto/Hana Purwadi
A
A
A
PROBOLINGGO - Sejumlah murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo , melakukan proses belajar secara Offline dengan berbasis Komunitas, Kamis (30/7/2020).
Pembelajaran secara Offline ini dilakukan karena banyak murid dan wali murid yang tidak memiliki gawai pintar atau HP untuk megikuti proses belajar mengajar . Untuk kelas 2, dari 18 murid yang terdaftar, hanya sekitar 4 murid yang punya HP pintar, selebihnya hanya HP biasa.
Guru SDN Lemahkembar, Ambar Susanti, menjelaskan, Dilakukan proses belajar secara Offline berbasis Komunitas karena banyak murid-murid yang tidak memiliki HP pintar, agar para murid tetap bisa mengikuti Proses belajar sehingga harus dilakukan metode seperti ini supaya anak-anak tetap bisa mengikuti proses belajar. (Baca juga: Mendikbud Diminta Cermati 3 Poin Krusial Keberatan Ormas Soal POP )
"Fleksibel dan tidak memaksa, jika yang memiliki dan mampu dengan sistem daring juga tidak apa apa, kalau yang tidak punya HP kita datangi, yang penting murid bisa terus belajar," Tuturnya
"Kami mendatangi rumah Murid, kita kumpulkan murid yang terdekat, untuk dilakukan pembelajaran dan setelah selesai kita keliling lagi untuk dilakukan pembelajaran yang sama.Tergantung kesepakatan dan kesediaan wali murid untuk ditempati, terkadang juga bisa dilakukan di halaman rumah seperti di bawah pohon,"Tambahnya.
Pembelajaran secara Offline ini dilakukan karena banyak murid dan wali murid yang tidak memiliki gawai pintar atau HP untuk megikuti proses belajar mengajar . Untuk kelas 2, dari 18 murid yang terdaftar, hanya sekitar 4 murid yang punya HP pintar, selebihnya hanya HP biasa.
Guru SDN Lemahkembar, Ambar Susanti, menjelaskan, Dilakukan proses belajar secara Offline berbasis Komunitas karena banyak murid-murid yang tidak memiliki HP pintar, agar para murid tetap bisa mengikuti Proses belajar sehingga harus dilakukan metode seperti ini supaya anak-anak tetap bisa mengikuti proses belajar. (Baca juga: Mendikbud Diminta Cermati 3 Poin Krusial Keberatan Ormas Soal POP )
"Fleksibel dan tidak memaksa, jika yang memiliki dan mampu dengan sistem daring juga tidak apa apa, kalau yang tidak punya HP kita datangi, yang penting murid bisa terus belajar," Tuturnya
"Kami mendatangi rumah Murid, kita kumpulkan murid yang terdekat, untuk dilakukan pembelajaran dan setelah selesai kita keliling lagi untuk dilakukan pembelajaran yang sama.Tergantung kesepakatan dan kesediaan wali murid untuk ditempati, terkadang juga bisa dilakukan di halaman rumah seperti di bawah pohon,"Tambahnya.
Lihat Juga :