Mahasiswi Unesa Raih Beasiswa ke China, Strateginya Belajar Bahasa di Medsos
Minggu, 03 September 2023 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Beasiswa Riset Baznas Dibuka, Ada Bantuan Dana untuk Tugas Akhir Mahasiswa
Kondisi itu tidak membuatnya putus asa. Dia lantas memanfaatkan salah satu aplikasi yang mempertemukan orang-orang yang belajar bahasa asing.
Dia pun menemukan aplikasi Hello Talk yang bisa digunakan untuk chat, telepon, video call seperti aplikasi komunikasi pada umumnya. Melalui aplikasi ini dia meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin baik tulis maupun lisan dengan peserta atau pengguna lainnya.
"Di sana, ada settingan bahasa. Kita mutual, aku bisa melatih speaking Mandarin bahkan ngobrol bersama orang Tiongkok dan sebagainya," cerita dia.
Ifa terus mengejar kualifikasi agar bisa lolos beasiswa tersebut. Apalagi usahanya tersebut didukung orang tuanya. Ya, memang, orang tuanya sempat ragu, karena harus melepas anak perempuannya ke negeri yang jauh. Namun, setelah Ifa meyakinkan mereka, akhirnya mendapat restu.
Hasil memang tak akan menghianati proses. Usaha Ifa terbayar lunas, setelah namanya keluar sebagai salah satu penerima beasiswa tersebut. "Setelah menyelesaikan penulisan skripsi, pada pertengahan September nanti saya akan berangkat ke Wuhan untuk kuliah," ucapnya.
Rencananya, sampai di sana, Ifa akan mengikuti kegiatan perkuliahan akademik yang dikelompokkan berdasarkan kemampuan berbahasa dan kegiatan non-akademis (UKM). Dia berharap semua mahasiswa, khususnya Mandarin Unesa semakin berprestasi dan semakin membanggakan ke depannya.
Kondisi itu tidak membuatnya putus asa. Dia lantas memanfaatkan salah satu aplikasi yang mempertemukan orang-orang yang belajar bahasa asing.
Belajar Bahasa dari Aplikasi
Dia pun menemukan aplikasi Hello Talk yang bisa digunakan untuk chat, telepon, video call seperti aplikasi komunikasi pada umumnya. Melalui aplikasi ini dia meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin baik tulis maupun lisan dengan peserta atau pengguna lainnya.
"Di sana, ada settingan bahasa. Kita mutual, aku bisa melatih speaking Mandarin bahkan ngobrol bersama orang Tiongkok dan sebagainya," cerita dia.
Sempat Tak Didukung Orang Tua
Ifa terus mengejar kualifikasi agar bisa lolos beasiswa tersebut. Apalagi usahanya tersebut didukung orang tuanya. Ya, memang, orang tuanya sempat ragu, karena harus melepas anak perempuannya ke negeri yang jauh. Namun, setelah Ifa meyakinkan mereka, akhirnya mendapat restu.
Hasil memang tak akan menghianati proses. Usaha Ifa terbayar lunas, setelah namanya keluar sebagai salah satu penerima beasiswa tersebut. "Setelah menyelesaikan penulisan skripsi, pada pertengahan September nanti saya akan berangkat ke Wuhan untuk kuliah," ucapnya.
Rencananya, sampai di sana, Ifa akan mengikuti kegiatan perkuliahan akademik yang dikelompokkan berdasarkan kemampuan berbahasa dan kegiatan non-akademis (UKM). Dia berharap semua mahasiswa, khususnya Mandarin Unesa semakin berprestasi dan semakin membanggakan ke depannya.
Lihat Juga :