Implementasi Kurikulum Merdeka, Guru Diajari Membuat Modul Ajar Berbasis Teknologi
Kamis, 07 September 2023 - 14:00 WIB
loading...
Suasana pelatihan guru SD yang digelar dosen dan mahasiswa Unika Atma Jaya di Cisauk. Foto/Unika Atma Jaya.
A
A
A
JAKARTA - Masih banyak guru yang ragu untuk melaksanakan kurikulum Merdeka Belajar. Guru pun perlu arahan konkret khususnya dalam
menghadapi tantangan pembelajaran abad ke21 yang memanfaatkan teknologi secara optimal.
Atas dasar ini, tiga dosen dan dua mahasiswa MBKM dari Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya yang berasal dari berbagai fakultas, terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan dan Bahasa, serta Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi, telah merancang program untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan digital para guru dalam menanggapi transformasi Kurikulum Merdeka Belajar.
Kegiatan ini didukung oleh pendanaan Tahun Anggaran 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dengan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.
Baca juga: Berapa Jumlah Judul Buku Baru yang Terbit di Indonesia Setiap Tahun? Ini Datanya
Kegiatan ini diinisiasi oleh beberapa dosen Unika Atma Jaya, Sri Hapsari Wijayanti selaku ketua tim, Yohanna Claudia Dhian, dan Alfonso Harrison selaku anggota tim, bersama dua mahasiswa lainnya.
menghadapi tantangan pembelajaran abad ke21 yang memanfaatkan teknologi secara optimal.
Atas dasar ini, tiga dosen dan dua mahasiswa MBKM dari Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya yang berasal dari berbagai fakultas, terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan dan Bahasa, serta Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi, telah merancang program untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan digital para guru dalam menanggapi transformasi Kurikulum Merdeka Belajar.
Kegiatan ini didukung oleh pendanaan Tahun Anggaran 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dengan skema pemberdayaan kemitraan masyarakat.
Baca juga: Berapa Jumlah Judul Buku Baru yang Terbit di Indonesia Setiap Tahun? Ini Datanya
Kegiatan ini diinisiasi oleh beberapa dosen Unika Atma Jaya, Sri Hapsari Wijayanti selaku ketua tim, Yohanna Claudia Dhian, dan Alfonso Harrison selaku anggota tim, bersama dua mahasiswa lainnya.
Lihat Juga :