Wakil Ketua MPR Minta Sistem Belajar Online Dievaluasi Total

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 00:58 WIB
loading...
A A A
Karena itu, dirinya meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mendorong pembelajaran tatap muka bagi daerah yang sudah tergolong zona hijau. "Bagi yang online, itukan yang dimungkinkan untuk yang perangkatnya cukup. Nah bagi yang tidak cukup, harus ada alternatif yang lain selain online. Misalnya memfungsikan balai desa atau Posyandu atau apa yang lain. Bisa juga mengajak para sarjana yang ada di desa untuk mendidik anak-anak, tidak dengan pola klasikal tentunya, mungkin pola yang lain, diajari membaca buku atau kreativitas tertentu karena memang darurat," paparnya. (Baca juga: Evaluasi dan Kolaborasi Merupakan Kunci Membenahi Permasalahan PJJ )

Dikatakan politikus PKB ini, sistem pendidikan online hanya cocok diterapkan di kota-kota besar yang fasilitasnya memadai dan masyarakatnya relatif mampu. "Nggak ada di kampung-kampung pelajaran online itu, perangkatnya nggak cukup. Mulai handphone tidak connected dengan pelajaran online, pulsanya, jaringannya, semuanya dihitung. Orang lagi butuh makan, kalau sudah punya anak dua, di desa, dengan penghasilan yang pas-pasan, saya yakin nggak sekolah itu," katanya.

Karena itu, Koordinator Nusantara Mengaji ini meminta Kemendikbud untuk mendata setelah pandemi selesai, berapa banyak anak yang putus sekolah. Sebab, menurutnya, mengembalikan anak ke sekolah setelah sekian lama tidak sekolah, bukan merupakan persoalan mudah. "Sudahlah nggak berjalan di kampung itu (sistem online) dengan stuck-nya pembelajaran diganti online itu. Nah ini nanti akan ada beberapa akibat. Satu anak putus sekolah. Kedua, tidak sampai sasaran. Ini semua harus dievaluasi daripada ribut POP (Program Organisasi Penggerak), alihkan saja dananya untuk kegiatan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat," katanya. (Baca juga: Begini Proses Pendaftaran WNI yang Terpilih Jadi Jamaah Haji 2020 )

Dikatakan Gus Jazil, saat ini Mendikbud Nadiem Makarim justru lebih banyak berpolemik dengan berbagai programnya, sementara persoalan terganggunya sistem belajar mengajar di sekolah tidak terlalu diurus. "Mendikbud tidak bekerja malah buat polemik hari ini. Mendikbud harus bekerja sama dengan perangkat desa untuk tempat yang paling kecil yang disitu dapat dimobilisasi ke pos desa, di situ pembelajarannya. Semua harus connected, Kemenkes ada, Kemendikbud, Kemendes juga supaya pelaksanaan bisa berjalan. Nggak yakin saya kalau pembelajaran online itu tepat sasaran," tuturnya.

Dikatakan Gus Jazil, sistem pendidikan online yang ada saat ini justru memberikan peluang bagi anak-anak untuk lebih banyak waktunya bergulat dengan gadget. "Coba online itu dievaluasi betul. Kalau tidak mampu cari yang lain, jangan online, online, tapi orangtuanya sibuk belajar, anaknya main game. Jadi generasi pendidikan hari ini anak diberikan akses lebih kuat pada gadget. Belajarnya satu jam, mainnya bisa lima jam, itu efek negatif dari sistem online ini," pungkasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
Kemendikdasmen Resmikan...
Kemendikdasmen Resmikan PJJ Pendidikan Menengah, Sasar 3.500 Anak Tidak Sekolah
Pembelajaran Jarak Jauh...
Pembelajaran Jarak Jauh Dampak Hemat Energi Sebaiknya Dilakukan Selektif
Prof. Dr. Ali Muktiyanto...
Prof. Dr. Ali Muktiyanto Resmi Dilantik sebagai Rektor UT Periode 2025–2030
Kemenag Sediakan Beasiswa...
Kemenag Sediakan Beasiswa S1 PJJ untuk Guru di UIN Siber Cirebon
PJJ Magister PAI UIN...
PJJ Magister PAI UIN SSC 2025 Dibuka, Berikut Jadwal dan Syarat Pendaftaran
Sekolah Daring Batal,...
Sekolah Daring Batal, DPR: Hemat Boleh, tapi Pendidikan Tidak Boleh Ikut Dikorbankan
Pemerintah Batal Terapkan...
Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Daring bagi Siswa
Cuaca Ekstrem Ganggu...
Cuaca Ekstrem Ganggu Mobilitas, Hipmi Jaya Dukung PJJ dan WFH Situasional
Rekomendasi
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Berita Terkini
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
Siswi Indonesia Raih...
Siswi Indonesia Raih The Best Delegate di AYIMUN BSD Chapter 2026, Kantongi Beasiswa ke AWMUN Bali
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
Infografis
Cara Memberantas Judi...
Cara Memberantas Judi Online lewat Sistem Pembayaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved