Pakar Internasional Bahas Peran Islam dalam Perjalanan Jalur Rempah di Samudra Hindia
Minggu, 22 Oktober 2023 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: UIN Jakarta Raih Juara Umum Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset PTKI II 2023
Konferensi ini menampilkan 28 pembicara dari tujuh negara, termasuk Indonesia, India, Malaysia, Turki, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat. Adapun peserta diperkirakan berjumlah 300 peserta, baik secara luring maupun daring. "Dalam era pandemi ini, kita memanfaatkan teknologi untuk menjangkau audiens lebih luas," kata Mahmood Kooria dari Leiden University, Belanda, salah satu pembicara dan moderator dalam konferensi ini.
Pertemuan ini juga dirancang untuk memberikan pengalaman yang interaktif kepada para peserta. Selain sesi diskusi, ada juga coffee break dan gala dinner yang bernuansa Samudra Hindia. "Ini adalah platform yang baik untuk berinteraksi dan membangun jaringan dengan para ahli dari berbagai bidang," tutur Mahmood Kooria.
Selain itu, pertemuan ini juga akan menghasilkan sebuah buku dan edisi khusus jurnal sebagai bentuk publikasi ilmiah. "Di akhir kegiatan, kami juga akan mengeluarkan policy brief yang akan disebar ke berbagai media," tambah Mahmood Kooria.
Dengan beragam topik dan pembicara, pertemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting untuk memahami dan menjembatani dunia Islam di India dan Asia Tenggara, khususnya dalam konteks jalur rempah dan budaya material.
Konferensi ini menampilkan 28 pembicara dari tujuh negara, termasuk Indonesia, India, Malaysia, Turki, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat. Adapun peserta diperkirakan berjumlah 300 peserta, baik secara luring maupun daring. "Dalam era pandemi ini, kita memanfaatkan teknologi untuk menjangkau audiens lebih luas," kata Mahmood Kooria dari Leiden University, Belanda, salah satu pembicara dan moderator dalam konferensi ini.
Pertemuan ini juga dirancang untuk memberikan pengalaman yang interaktif kepada para peserta. Selain sesi diskusi, ada juga coffee break dan gala dinner yang bernuansa Samudra Hindia. "Ini adalah platform yang baik untuk berinteraksi dan membangun jaringan dengan para ahli dari berbagai bidang," tutur Mahmood Kooria.
Selain itu, pertemuan ini juga akan menghasilkan sebuah buku dan edisi khusus jurnal sebagai bentuk publikasi ilmiah. "Di akhir kegiatan, kami juga akan mengeluarkan policy brief yang akan disebar ke berbagai media," tambah Mahmood Kooria.
Dengan beragam topik dan pembicara, pertemuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting untuk memahami dan menjembatani dunia Islam di India dan Asia Tenggara, khususnya dalam konteks jalur rempah dan budaya material.
(nnz)
Lihat Juga :