Kemendikbudristek Luncurkan Matching Fund 2024 dengan Skema Multiyears

Minggu, 29 Oktober 2023 - 11:18 WIB
loading...
Kemendikbudristek Luncurkan...
Kemendikbudristek meluncurkan program Matching Fund 2024 dengan skema multiyears atau multi-tahun. Foto/Ditjen Diksi.
A A A
JAKARTA - Kemendikbudristek kembali meluncurkan program Matching Fund . Selain lebih awal, Matching Fund 2024 juga melakukan terobosan pembiayaan multiyears atau multi-tahun untuk menjamin keberlanjutan penelitian.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiku Yuliati mengatakan, sebagai program terobosan, berbagai capaian Matching Fund tidak hanya membawa manfaat bagi dosen maupun industri saja, tetapi juga terhadap reputasi Indonesia di kancah global yang sedang terus diupayakan oleh pemerintah.

“Kita ingin menimbulkan kepercayaan masyarakat global tentang kesiapan kita menjadi negara yang mampu secara aktif dan produktif ikut dalam berbagai aktivitas ekonomi global,” katanya, dikutip Minggu (29/10/2023).

Baca juga: Competitive Fund Vokasi Siapkan Lulusan dengan Kompetensi Global

Menurutnya, dengan reputasi yang baik di kancah global, maka kepercayaan para investor terhadap Indonesia akan meningkat. Dengan demikian, diharapkan dapat berdampak signifikan terhadap kemajuan ekonomi bangsa Indonesia.

Dalam acara Peluncuran Program Matching Fund Vokasi 2024, Kiki mengatakan terdapat pembaruan pada program Dana Padanan tahun 2024, yakni terkait dengan skema pembiayaan yang dapat dilakukan secara multi-tahun.

Selain dapat menjamin keberlanjutan riset, menurut Kiki, skema pendanaan multi-tahun tersebut juga diharapkan mendorong pelaksanaan teaching factory atau teaching industry di perguruan tinggi vokasi.

“Salah satu yang ingin kami kejar dari multiyear ini adalah pembangunan teaching factory atau teaching industry di kampus-kampus vokasi. Karena pada dasarnya pendidikan vokasi adalah industrial based learning,” ujarnya.

Baca juga: Matching Fund Kedaireka Kembali Dibuka, Ada Pendanaan hingga Rp750 M

Dengan skema pendanaan multi-tahun tersebut, diharapkan industri dapat bekerja sama dengan satuan pendidikan vokasi untuk mendukung pembelajaran sekaligus memproduksi barang atau jasa.

Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Kemendikbudristek, Beny Bandanadjaja, mengatakan skema pendanaan multi-tahun diperuntukan untuk penelitian skema A, yakni hilirisasi inovasi hasil riset untuk tujuan komersialisasi, hilirisasi kepakaran untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pengembangan produk inovasi bersama DUDI/mitra inovasi, dan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) atau produk substitusi impor melalui proses reverse engineering.

Beny juga menyampaikan bahwa selama tiga tahun ini, penyelenggaraan program Matching Fund Vokasi mendapat antusiasme yang tinggi dari perguruan tinggi vokasi. Pada tahun 2021 ada 258 proposal yang masuk, tahun 2022 sebanyak 552 proposal, dan tahun 2023 ada 1.026 proposal.

“Kami berhasil mengeskalasi minat para dosen vokasi dan juga industri untuk terlibat dalam program Matching Fund Vokasi ini,” kata Beny.

Pada tahun 2023 total ada 1.292 dosen yang terlibat dalam program Matching Fund Vokasi dengan jumlah mahasiswa yang diikutsertakan mencapai 5.370 mahasiswa. Artinya, para mahasiswa tersebut telah merasakan langsung proses penciptaan sebuah inovasi yang diharapkan akan meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Masih menurut Beny, dari sisi dana padanan kolaborasi yang dikeluarkan, baik oleh DUDI maupun Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, juga terus mengalami peningkatan, dengan dana dari DUDI yang lebih tinggi.

“Tahun 2023 total ada sekitar Rp200 miliar dana kolaborasi yang dikelola melalui program Matching Fund, di mana dana dari industri lebih besar dari dana yang diberikan oleh Ditjen Pendidikan Vokasi,” kata Beny.

Dengan tren yang terus positif tersebut, Beny berharap ke depannya program Matching Fund Vokasi dapat terus berjalan meskipun tidak lagi mendapat bantuan dana dari pemerintah.

Sementara itu, tiga tahun pelaksanaan Matching Fund atau Dana Padanan telah memberikan dampak peningkatan yang signifikan pada Global Innovation Index (GII) atau Indeks Inovasi Indonesia serta Score University-Industry Collaboration atau skor kolaborasi antara industri dan universitas di Indonesia.

Pada 2021, GII yang menilai tingkat produktivitas dan inovasi, menempatkan Indonesia di peringkat 87. Akan tetapi, peringkat tersebut kemudian naik ke peringkat 75 pada tahun 2022 dan semakin naik ke peringkat 61 dari 132 negara di tahun 2023.

Tidak hanya GII, program Matching Fund juga berdampak pada peningkatan signifikan skor dari University-Industry Collaboration. Pada 2020 skor University-Industry Collaboration Indonesia adalah 53.5. Sementara itu, pada tahun 2023 skor Indonesia mencapai 87.4 atau meningkat 38%.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Stakeholder Meeting...
Stakeholder Meeting 2026, Politeknik STIA LAN Jakarta Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi
Mendiktisaintek Ungkap...
Mendiktisaintek Ungkap Teknologi Pengolahan Sampah dari Kampus Diuji Coba Tahun Ini
Raih 3 Emas di IPITEX...
Raih 3 Emas di IPITEX 2026, Komitmen Usakti Kembangkan Inovasi Berbasis IoT dan AI
Mendiktisaintek: Politeknik...
Mendiktisaintek: Politeknik Cetak Skilled Labor Siap Bersaing di Pasar Kerja Global
HMMI Perkuat Pendidikan...
HMMI Perkuat Pendidikan Vokasi di Indonesia lewat Hyundai Academy Course 2025
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Nadiem Berharap Divonis...
Nadiem Berharap Divonis Bebas Murni di Kasus Chromebook
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved