ITS Raih Akreditasi Unggul, Apa Manfaatnya untuk Mahasiswa?
Jum'at, 10 November 2023 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, dalam kompetensi dosen salah satu kriteria penilaian yang dilakukan adalah pendidikan yang telah ditempuh dosen. Selain itu, kesesuaian bidang ilmu yang dimiliki oleh dosen dengan program studi tempatnya mengajar juga menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam akreditasi ini.
Lebih lanjut, dalam hal sistem penjaminan mutu sendiri ITS telah mengikuti standar nasional dan menambahkannya dengan standar internasional. Dampaknya, banyak mahasiswa program pertukaran pelajar, magang, double degree dengan perguruan tinggi luar negeri, dan lain-lain. “Dosen ITS juga turut merasakan manfaat standar internasional ini melalui publikasi jurnal internasional, hingga riset gabungan dengan perguruan tinggi di luar negeri,” tambahnya.
Baca juga: Pertama di Indonesia, Dua Kampus Rusia Pilih ITS sebagai Lokasi Kantor Perwakilan
Tidak hanya itu, sistem penjaminan mutu yang diterapkan oleh ITS juga melakukan pemantauan terhadap kompetensi para mahasiswanya. Tujuannya adalah agar kemampuan yang dimiliki lulusan ITS dapat sesuai dengan target capaian pembelajaran dan kebutuhan dari perusahaan. “Pemantauan ini kami lakukan setiap tahun melalui hasil tugas, kuis, evaluasi tengah semester, dan evaluasi akhir semester,” terang Aulia.
Dalam hal akreditasi prodi, Aulia memaparkan, ITS sudah memperoleh cukup banyak akreditasi nasional maupun internasional. Beberapa contoh dari akreditasi tersebut adalah akreditasi internasional dari Jerman, yaitu Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN). “Sudah ada 23 prodi di ITS yang meraih akreditasi ASIIN ini,” ungkapnya.
Aulia menyebutkan bahwa pencapaian akreditasi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak di ITS. Semua pihak saling bekerja sama untuk menjadikan ITS menjadi perguruan tinggi yang lebih baik. “Semoga ke depannya ITS dapat meraih akreditasi maupun sertifikasi yang bertaraf internasional,” harapnya.
Lebih lanjut, dalam hal sistem penjaminan mutu sendiri ITS telah mengikuti standar nasional dan menambahkannya dengan standar internasional. Dampaknya, banyak mahasiswa program pertukaran pelajar, magang, double degree dengan perguruan tinggi luar negeri, dan lain-lain. “Dosen ITS juga turut merasakan manfaat standar internasional ini melalui publikasi jurnal internasional, hingga riset gabungan dengan perguruan tinggi di luar negeri,” tambahnya.
Baca juga: Pertama di Indonesia, Dua Kampus Rusia Pilih ITS sebagai Lokasi Kantor Perwakilan
Tidak hanya itu, sistem penjaminan mutu yang diterapkan oleh ITS juga melakukan pemantauan terhadap kompetensi para mahasiswanya. Tujuannya adalah agar kemampuan yang dimiliki lulusan ITS dapat sesuai dengan target capaian pembelajaran dan kebutuhan dari perusahaan. “Pemantauan ini kami lakukan setiap tahun melalui hasil tugas, kuis, evaluasi tengah semester, dan evaluasi akhir semester,” terang Aulia.
Dalam hal akreditasi prodi, Aulia memaparkan, ITS sudah memperoleh cukup banyak akreditasi nasional maupun internasional. Beberapa contoh dari akreditasi tersebut adalah akreditasi internasional dari Jerman, yaitu Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN). “Sudah ada 23 prodi di ITS yang meraih akreditasi ASIIN ini,” ungkapnya.
Aulia menyebutkan bahwa pencapaian akreditasi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak di ITS. Semua pihak saling bekerja sama untuk menjadikan ITS menjadi perguruan tinggi yang lebih baik. “Semoga ke depannya ITS dapat meraih akreditasi maupun sertifikasi yang bertaraf internasional,” harapnya.
(nnz)
Lihat Juga :