Ornamen Header
Kabar Gembira! Beli Buku Lokal Lewat Daring Diguyur Diskon hingga 80%
Kabar Gembira! Beli Buku Lokal Lewat Daring Diguyur Diskon hingga 80%
Ratusan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum antusias mengunjungi pameran buku terbesar di Jakarta. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pandemi ini, semua sektor bisnis terdampak pandemi COVID-19 termasuk subsektor penerbitan. Betapa tidak, selama masa PSBB toko buku tutup, dan masyarakat belum merasa leluasa untuk berbelanja di toko konvensional, termasuk toko buku.

Survei IKAPI menunjukkan bahwa pada masa pandemi ini sebanyak 58,2% penerbit mengalami penurunan penjualan melebihi 50%, sebanyak 29,6% penerbit mengalami penurunan penjualan antara 31%- 50%, sementara 8,2% penerbit mengalami penurunan antara 10% sampai 30% dan menyisakan hanya 4,1 % penerbit dengan kondisi penjualan relatif sama dengan hari-hari biasa. (Baca juga: Jaga Prestasi, Kompetisi Nasional MIPA Diikuti 2.437 Peserta)

Lebih lanjut, selama wabah COVID-19 berlangsung 54,2% penerbit menemukan adanya pelanggaran hak cipta melalui penjualan buku mereka di loka pasar (marketplace), sebanyak 25% penerbit menemukan pelangaran hak cipta melalui pembagian PDF buku mereka secara gratis dan sebanyak 20,8% penerbit menemukan terjadinya pelanggaran (keduanya) hak cipta dan PDF gratis.

Mencermati hal tersebut diperlukan langkah terobosan salah satunya dengan penjualan melalui online dan pemberian insentif untuk pembelian buku lokal asli. Maka hasil koordinasi insentif antara Kemenparekraf dengan IKAPI, lahirlah Program Beli Buku Lokal. Program ini disambut gembira oleh anggota IKAPI sehingga lebih dari 80 penerbit bergabung dalam program ini.



Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Parwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya, mengungkapkan bahwa program ini bermula dari gagasan untuk memberikan insentif kepada masyarakat pencinta buku Indonesia. Insentif dari negara ini diharapkan akan menghasilkan efek bola salju bagi peningkatan promosi dan penjualan buku. (Baca juga: Perlu Konten Digital Buku Sekolah Tahun Ajaran Baru)

Artinya, lanjut dia, akan memberikan manfaat bagi para pelaku kreatif di industri penerbitan yang menjadi binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan kecintaan masyarakat pada buku-buku lokal.

"Jadi, efek bola saljunya besar sekali, menyentuh kelangsungan hidup industri penerbitan dan sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat pada buku lokal sebagai bacaan. Ketika kita berada di rumah, salah satu hal berguna yang dapat kita lakukan adalah membaca, jadi ayo ramai-ramai berbelanja selama Program Beli Buku Lokal ini," pungkas Nia.



Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum IKAPI, Rosidayati Rozalina, menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah mendanai program Beli Buku Lokal ini.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!