Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Rabu, 13 Mei 2026 - 18:54 WIB
loading...
KemenPPPA, Kemendikdasmen, dan Tanoto Foundation meluncurkan buku cerita anak berjudul Misi untuk Raka. Foto/Tanoto Foundation.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Tanoto Foundation meluncurkan buku cerita anak berjudul “Misi untuk Raka” pada Rabu (13/5/2026)..
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, ketiga pihak menghadirkan buku cerita bergambar bagi anak usia 3–8 tahun yang tidak hanya mendorong aktivitas tanpa gawai, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi orang tua dalam mendampingi penggunaan gawai secara bijaksana di rumah.
Baca juga: Buku 'Teladan Sang Menteri' Diluncurkan, Ungkap Kepemimpinan Religius Nasaruddin Umar
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga dalam mendampingi anak di era digital.
“Tanpa pengawasan yang jelas dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak, penggunaan gawai berlebihan berisiko mengganggu kebutuhan dasar anak akan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangannya,” ujar Menteri PPPA, melalui siaran pers, Rabu (13/5/2026).
Menteri PPPA juga menyampaikan buku “Misi untuk Raka” hadir sebagai instrumen edukatif untuk membantu orang tua dan anak membangun dialog dan menemukan kembali kegembiraan dalam aktivitas fisik dan interaksi langsung yang menyehatkan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, ketiga pihak menghadirkan buku cerita bergambar bagi anak usia 3–8 tahun yang tidak hanya mendorong aktivitas tanpa gawai, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi orang tua dalam mendampingi penggunaan gawai secara bijaksana di rumah.
Baca juga: Buku 'Teladan Sang Menteri' Diluncurkan, Ungkap Kepemimpinan Religius Nasaruddin Umar
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga dalam mendampingi anak di era digital.
“Tanpa pengawasan yang jelas dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak, penggunaan gawai berlebihan berisiko mengganggu kebutuhan dasar anak akan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangannya,” ujar Menteri PPPA, melalui siaran pers, Rabu (13/5/2026).
Menteri PPPA juga menyampaikan buku “Misi untuk Raka” hadir sebagai instrumen edukatif untuk membantu orang tua dan anak membangun dialog dan menemukan kembali kegembiraan dalam aktivitas fisik dan interaksi langsung yang menyehatkan.
Lihat Juga :