Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Rabu, 13 Mei 2026 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
“Perlu kolaborasi banyak pihak untuk menjaga pertumbuhan anak Indonesia optimal, bukan hanya dari orang tua, guru, dan pemerintah, namun juga pihak lain yang berkaitan. Inilah mengapa melalui buku ini kami berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dan Tanoto Foundation, yang memiliki visi yang sama,” sambung Menteri PPPA.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Kemendikdasmen, Rita Pranawati menekankan respon yang diberikan harus tepat dengan perkembangan yang ada.
"Di tengah pesatnya era digital yang membawa tantangan seperti adiksi gawai hingga rendahnya literasi digital, pendidikan harus merespons tidak hanya melalui aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter yang fundamental, salah satunya lewat Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dari Kemendikdasmen,” sebut Rita.
Buku ini turut mendukung penguatan karakter, yang juga mengandung nilai-nilai yang senada dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. “Kami menyambut baik buku Misi Untuk Raka, yang menguatkan pilar-pilar Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui cerita, anak-anak memiliki alternatif yang positif sekaligus bermanfaat bagi dirinya”, ujar Rita.
Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry, yang turut hadir dalam peluncuran ini mengatakan bahwa penguatan kapasitas pengasuh dan penyediaan alternatif aktivitas tanpa gawai menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Teknologi telah menjadi bagian dari kegiatan keseharian keluarga. Namun, anak usia dini tetap membutuhkan ruang untuk bergerak, bermain, membaca, berkarya, dan membangun interaksi sosial secara nyata. Karena itu, melalui buku ini kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih positif, yaitu tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga memperkenalkan aktivitas alternatif yang menyenangkan dan bermakna bagi anak,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Kemendikdasmen, Rita Pranawati menekankan respon yang diberikan harus tepat dengan perkembangan yang ada.
"Di tengah pesatnya era digital yang membawa tantangan seperti adiksi gawai hingga rendahnya literasi digital, pendidikan harus merespons tidak hanya melalui aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter yang fundamental, salah satunya lewat Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dari Kemendikdasmen,” sebut Rita.
Buku ini turut mendukung penguatan karakter, yang juga mengandung nilai-nilai yang senada dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. “Kami menyambut baik buku Misi Untuk Raka, yang menguatkan pilar-pilar Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui cerita, anak-anak memiliki alternatif yang positif sekaligus bermanfaat bagi dirinya”, ujar Rita.
Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry, yang turut hadir dalam peluncuran ini mengatakan bahwa penguatan kapasitas pengasuh dan penyediaan alternatif aktivitas tanpa gawai menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Teknologi telah menjadi bagian dari kegiatan keseharian keluarga. Namun, anak usia dini tetap membutuhkan ruang untuk bergerak, bermain, membaca, berkarya, dan membangun interaksi sosial secara nyata. Karena itu, melalui buku ini kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih positif, yaitu tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga memperkenalkan aktivitas alternatif yang menyenangkan dan bermakna bagi anak,” ujarnya.
Lihat Juga :