5 Jenis Beasiswa S2 Dalam Negeri Tanpa Syarat TOEL, Peluang Lolos Besar
Selasa, 21 November 2023 - 10:36 WIB
loading...
Salah satu beasiswa S2 dalam negeri tanpa syarat TOEFL adalah Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ini 5 jenis beasiswa j enjang S2 dalam negeri tanpa syarat TOEFL. Kamu sedang berburu beasiswa untuk kuliah S2? Biasanya skor TOEFL menjadi salah satu syarat untuk mendaftar beasiswa S2 maupun S3. Syarat TOEFL ini bagi sebagai orang dirasa memberatkan.
Tapi jangan khawatir, ternyata ada beberapa beasiswa dalam negeri yang tidak meminta sayarat TOEL. Dengan kemudahan tanpa syarat TOEFL ini, beasiswa S2 dalam negeri ini tentunya cukup diminati para mahasiswa Indonesia.
Apa saja beasiswa S2 dalam negeri tanpa TOEFL yang bisa dicoba mahasiswa? Artikel kali ini akan mengulas setidaknya ada 5 jenis beasiswa S2 dalam negeri tanpa TOEL, simak ya!
Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) merupakan beasiswa yang diluncurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) sejak tahun 2013.
Beasiswa PMDSU adalah upaya pemerintah mencetak putra-putri terbaik bangsa menjadi doktor muda berkualitas. PMDSU menjadi program terobosan untuk dapat mempercepat lahirnya doktor muda Indonesia.
Apabila melalui program doktor reguler, perlu waktu minimal 7 tahun. Namun, dengan adanya program PMDSU ini diharapkan Indonesia dapat mencetak doktor dalam waktu 4 tahun. Berikut persyaratan bagi pelamar Beasiswa PMDSU:
a. Sarjana unggul (fresh graduate)
b. Telah memiliki gelar S1 (sarjana strata 1)
c. Persyaratan IPK pelamar sebagai berikut:
• Akreditasi PT Asal Pelamar A, Akreditasi Prodi Asal Pelamar A, maka IPK ≥ 3,25
• Akreditasi PT Asal Pelamar B, Akreditasi Prodi Asal Pelamar A, maka IPK ≥ 3,5
• Akreditasi PT Asal Pelamar A, Akreditasi Prodi Asal Pelamar B, maka IPK ≥ 3,5
• Akreditasi PT Asal Pelamar B, Akreditasi Prodi Asal Pelamar B, maka IPK ≥ 3,75
• Akreditasi PT dan Prodi Asal Pelamar dibawah B, maka IPK ≥ 3,8
d. Usia pada saat mendaftar tidak lebih dari 24 tahun untuk lulusan non profesi dan 27 tahun untuk lulusan profesi.
e.Memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing
f. Warga Negara Indonesia
g. Tidak sedang menerima beasiswa lainnya
h. Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba
i. Bersedia mengikuti pendidikan pascasarjana selama jangka waktu 4 tahun dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai.
Ada tiga jenis komponen pembayaran pada beasiswa ini, yaitu hibah penelitian, perluasan jejaring riset internasional, outsourcing fasilitas riset di luar negeri, dan biaya pendidikan.
Baca juga: 5 Referensi Beasiswa Dalam Negeri, Buruan Daftar!
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menyediakan beasiswa S2 dalam negeri maupun luar negeri. Program beasiswa yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007 ini merupakan program beasiswa yang fokus pada pemberian pendidikan pascasarjana di bidang komunikasi dan informatika.
Komponen Beasiswa S2 yang diberikan berupa dana pendidikan, biaya operasional yang bisa digunakan untuk menunjang biaya hidup, biaya tesis, dan biaya publikasi jurnal ilmiah atau keikutsertaan konferensi Internasional. Persyaratan Umum Program Beasiswa S2 Dalam Negeri antara lain:
a. Masa kerja minimum 2 tahun
Tapi jangan khawatir, ternyata ada beberapa beasiswa dalam negeri yang tidak meminta sayarat TOEL. Dengan kemudahan tanpa syarat TOEFL ini, beasiswa S2 dalam negeri ini tentunya cukup diminati para mahasiswa Indonesia.
Apa saja beasiswa S2 dalam negeri tanpa TOEFL yang bisa dicoba mahasiswa? Artikel kali ini akan mengulas setidaknya ada 5 jenis beasiswa S2 dalam negeri tanpa TOEL, simak ya!
5 Beasiswa S2 Dalam Negeri Tanpa TOEFL
1. Beasiswa PMDSU
Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) merupakan beasiswa yang diluncurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) sejak tahun 2013.
Beasiswa PMDSU adalah upaya pemerintah mencetak putra-putri terbaik bangsa menjadi doktor muda berkualitas. PMDSU menjadi program terobosan untuk dapat mempercepat lahirnya doktor muda Indonesia.
Apabila melalui program doktor reguler, perlu waktu minimal 7 tahun. Namun, dengan adanya program PMDSU ini diharapkan Indonesia dapat mencetak doktor dalam waktu 4 tahun. Berikut persyaratan bagi pelamar Beasiswa PMDSU:
a. Sarjana unggul (fresh graduate)
b. Telah memiliki gelar S1 (sarjana strata 1)
c. Persyaratan IPK pelamar sebagai berikut:
• Akreditasi PT Asal Pelamar A, Akreditasi Prodi Asal Pelamar A, maka IPK ≥ 3,25
• Akreditasi PT Asal Pelamar B, Akreditasi Prodi Asal Pelamar A, maka IPK ≥ 3,5
• Akreditasi PT Asal Pelamar A, Akreditasi Prodi Asal Pelamar B, maka IPK ≥ 3,5
• Akreditasi PT Asal Pelamar B, Akreditasi Prodi Asal Pelamar B, maka IPK ≥ 3,75
• Akreditasi PT dan Prodi Asal Pelamar dibawah B, maka IPK ≥ 3,8
d. Usia pada saat mendaftar tidak lebih dari 24 tahun untuk lulusan non profesi dan 27 tahun untuk lulusan profesi.
e.Memperoleh rekomendasi dari dosen pembimbing
f. Warga Negara Indonesia
g. Tidak sedang menerima beasiswa lainnya
h. Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba
i. Bersedia mengikuti pendidikan pascasarjana selama jangka waktu 4 tahun dengan menandatangani surat pernyataan bermaterai.
Ada tiga jenis komponen pembayaran pada beasiswa ini, yaitu hibah penelitian, perluasan jejaring riset internasional, outsourcing fasilitas riset di luar negeri, dan biaya pendidikan.
Baca juga: 5 Referensi Beasiswa Dalam Negeri, Buruan Daftar!
2. Beasiswa Kementerian Kominfo Dalam Negeri
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menyediakan beasiswa S2 dalam negeri maupun luar negeri. Program beasiswa yang telah dilaksanakan sejak tahun 2007 ini merupakan program beasiswa yang fokus pada pemberian pendidikan pascasarjana di bidang komunikasi dan informatika.
Komponen Beasiswa S2 yang diberikan berupa dana pendidikan, biaya operasional yang bisa digunakan untuk menunjang biaya hidup, biaya tesis, dan biaya publikasi jurnal ilmiah atau keikutsertaan konferensi Internasional. Persyaratan Umum Program Beasiswa S2 Dalam Negeri antara lain:
a. Masa kerja minimum 2 tahun
Lihat Juga :