Menristek Dorong PT Berkontribusi dalam Pengembangan Industri Nasional
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
Contoh triple helix dalam pencegahan Covid-19 yang telah dilakukan adalah melibatkan konsorsium riset dan inovasi antara lain dari berbagai Lembaga Penelitian non Kementerian (LPNK), perguruan tinggi, industri, Kemenkes, KemenBuMN, Kemenperin, pihak swasta; yang bersinergi bersama dalam arahan Kemenristek/BRIN. (Baca juga: Kemendikbud Masih Matangkan Skema Perekrutan PPPK untuk Guru )
Sehingga dalam waktu cepat dapat menghasilkan beberapa produk inovasi seperti antara lain PCR Test Kit, Rapid Test, Autonomous UVC Mobile Robot, Convalescence Serum, Sistem Artificial Intellegence untuk Deteksi Covid-19, Imunomodulator, Mobile Lab BSL-2, Ventilator, dan Powered Air Purifying Respirator.
Sebagai penutup, Menteri Bambang menyampaikan perubahan yang akan dan telah terjadi di banyak bidang, dalam Era Pasca Covid-19 akan merubah paradigma ekonomi yang akan beradaptasi dengan kebiasaan dan peraturan baru di bidang teknologi (contactless everything), human behaviour (immune certifications), dinamika industri, (disruption supply chain), geopolitik (protectionism), regulasi (undang-undang privasi baru) dan makro ekonomi (limited access to capital).
Menteri Bambang juga menyampaikan 10 tren teknologi selama pandemi, yaitu seperti belanja online, hiburan daring, pembayaran digital, supply chain 4.0, teleworking (work from home), 3D printing, telemedicine, robot dan drone, tele-education dan training, serta teknologi 5G dan ICT, dimana semuanya akan mengarah ke digitalisasi ekonomi.
Sehingga dalam waktu cepat dapat menghasilkan beberapa produk inovasi seperti antara lain PCR Test Kit, Rapid Test, Autonomous UVC Mobile Robot, Convalescence Serum, Sistem Artificial Intellegence untuk Deteksi Covid-19, Imunomodulator, Mobile Lab BSL-2, Ventilator, dan Powered Air Purifying Respirator.
Sebagai penutup, Menteri Bambang menyampaikan perubahan yang akan dan telah terjadi di banyak bidang, dalam Era Pasca Covid-19 akan merubah paradigma ekonomi yang akan beradaptasi dengan kebiasaan dan peraturan baru di bidang teknologi (contactless everything), human behaviour (immune certifications), dinamika industri, (disruption supply chain), geopolitik (protectionism), regulasi (undang-undang privasi baru) dan makro ekonomi (limited access to capital).
Menteri Bambang juga menyampaikan 10 tren teknologi selama pandemi, yaitu seperti belanja online, hiburan daring, pembayaran digital, supply chain 4.0, teleworking (work from home), 3D printing, telemedicine, robot dan drone, tele-education dan training, serta teknologi 5G dan ICT, dimana semuanya akan mengarah ke digitalisasi ekonomi.
(mpw)
Lihat Juga :