FSGI: Pemerintah Harus Bangun Jaringan Internet di Seluruh Daerah untuk PJJ
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 10:34 WIB
loading...
Sejumlah siswa mengikuti belajar mengajar di sebuah gubuk dengan fasilitas wifi gratis dari pemilik tempat. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dunia pendidikan Indonesia tak berdaya menghadapi pagebluk COVID-19 . Pemerintah pusat, daerah, para pendidik, dan siswa-siswi tergopoh-gopoh menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring.
Anak-anak yang harus bergantian menggunakan gawai dengan orang tua, mencari sinyal sampai kebun atau pinggir jalan, untuk bisa mengikuti PJJ. Guru dan orang tua mengalami gagap teknologi ketika PJJ.
Yang lebih menyedihkan, ada anak yang tidak bisa mengikuti PJJ. Mereka tidak memiliki gawai dan sanggup membeli kuota internet karena keterbatasan ekonomi. (Baca juga: Menristek Dorong PT Berkontribusi dalam Pengembangan Industri Nasional )
Ada tiga bulan di semester lalu dan sudah satu bulan semester baru berjalan, sekelumit permasalahan PJJ itu belum ditemukan “ramuan mujarabnya”.
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan pola PJJ seperti ini dapat mengakibatkan hilangnya generasi berkualitas yang banyak.
Anak-anak yang harus bergantian menggunakan gawai dengan orang tua, mencari sinyal sampai kebun atau pinggir jalan, untuk bisa mengikuti PJJ. Guru dan orang tua mengalami gagap teknologi ketika PJJ.
Yang lebih menyedihkan, ada anak yang tidak bisa mengikuti PJJ. Mereka tidak memiliki gawai dan sanggup membeli kuota internet karena keterbatasan ekonomi. (Baca juga: Menristek Dorong PT Berkontribusi dalam Pengembangan Industri Nasional )
Ada tiga bulan di semester lalu dan sudah satu bulan semester baru berjalan, sekelumit permasalahan PJJ itu belum ditemukan “ramuan mujarabnya”.
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan pola PJJ seperti ini dapat mengakibatkan hilangnya generasi berkualitas yang banyak.
Lihat Juga :