Ratusan Guru Adu Kemampuan di Kompetisi Mengajar Bahasa Mandarin
Senin, 05 Mei 2025 - 21:00 WIB
loading...
Kompetisi mengajar Bahasa Mandarin, ASTA Mandarin Teaching Competition berhasil menarik lebih dari 100 peserta dari seluruh penjuru negeri. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Kompetisi mengajar Bahasa Mandarin , ASTA Mandarin Teaching Competition berhasil menarik lebih dari 100 peserta dari seluruh penjuru negeri. ASTA Mandarin Teaching Competition satu-satunya ajang kompetisi mengajar bahasa Mandarin yang dikhususkan untuk para guru (Laoshi) tingkat Sekolah Dasar dari berbagai sekolah di Indonesia.
Diselenggarakan oleh ASTA Ilmu Publishing member dari Mentari Group terselenggara dengan baik dan mencapai acara puncaknya pada Sabtu, 26 April 2025.
Baca juga: 12 Bahasa yang Paling Banyak Digunakan, Apakah Indonesia Masuk Daftar?
Anna Rimba Phoa, Founder Mentari Group & Direktur ASTA Ilmu Publishing menjelaskan, kompetisi ini dibuka sejak 17 Februari 2025 lalu. Setiap peserta mengirimkan video pembelajaran kreatif yang menunjukkan cara mereka mengajar bahasa Mandarin menggunakan buku Meihua dari ASTA Ilmu Publishing.
"Karya-karya yang dikirim tidak hanya menggambarkan penguasaan materi, tetapi juga menampilkan kreativitas para guru dalam menyampaikan pelajaran secara
menyenangkan dan interaktif," jelasnya.
Masa penjurian berlangsung secara ketat dan kompetitif. Tim juri terdiri dari para praktisi pengajaran Mandarin berpengalaman, baik yang berdomisili di Indonesia maupun di luar negeri.
Diselenggarakan oleh ASTA Ilmu Publishing member dari Mentari Group terselenggara dengan baik dan mencapai acara puncaknya pada Sabtu, 26 April 2025.
Baca juga: 12 Bahasa yang Paling Banyak Digunakan, Apakah Indonesia Masuk Daftar?
Anna Rimba Phoa, Founder Mentari Group & Direktur ASTA Ilmu Publishing menjelaskan, kompetisi ini dibuka sejak 17 Februari 2025 lalu. Setiap peserta mengirimkan video pembelajaran kreatif yang menunjukkan cara mereka mengajar bahasa Mandarin menggunakan buku Meihua dari ASTA Ilmu Publishing.
"Karya-karya yang dikirim tidak hanya menggambarkan penguasaan materi, tetapi juga menampilkan kreativitas para guru dalam menyampaikan pelajaran secara
menyenangkan dan interaktif," jelasnya.
Masa penjurian berlangsung secara ketat dan kompetitif. Tim juri terdiri dari para praktisi pengajaran Mandarin berpengalaman, baik yang berdomisili di Indonesia maupun di luar negeri.
Lihat Juga :