Perkuat Pesantren, Para Santri Diharapkan Lebih Kreatif dan Inovatif
Senin, 10 Agustus 2020 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
"Santri anak muda menjadi sangat krusial dalam situasi saat ini. Ketika situasi ekonomi menurun akibat dampak pandemi, pesantren dan ekonomi masyarakat di sekitar pesantren bisa mulai dibangkitkan dengan berbagai ikhtiar bersama," ucapnya dalam acara diskusi yang dilakukan secara phyisical distancing tersebut.
"Santri punya multi bakat dan potensi untuk menggerakkan ekonomi di lingkungannya, mencoba menjadi entrepreneur yang menghidupkan potensi perekonomian di lingkungan pesantren," tambahnya.
Dimas menjelaskan, Gerakan AMPUH yang didirikannya tahun 2015 lalu. Dimas yang juga pendiri Diskusi Kopi dan Ruang Berbagi ini bercerita Gerakan AMPUH adalah wadah bagi anak-anak muda untuk memulai inisiatif berwirausaha secara kolaboratif.
"Gerakan AMPUH bertujuan untuk membuat lebih banyak anak-anak muda mandiri dan berkapasitas, mendorong kelas menengah yang berkualitas, peduli dan bertanggung jawab dengan kemajuan negara-bangsanya," ujar mantan Staf Khusus Kantor Staf Presiden ini.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Muta'alimin Cirebon KH Muhammad Nuruzzaman menilai, meski memiliki potensi tapi akses santri untuk menghidupkan perekonomian di lingkungannya masih minim.
"Santri punya multi bakat dan potensi untuk menggerakkan ekonomi di lingkungannya, mencoba menjadi entrepreneur yang menghidupkan potensi perekonomian di lingkungan pesantren," tambahnya.
Dimas menjelaskan, Gerakan AMPUH yang didirikannya tahun 2015 lalu. Dimas yang juga pendiri Diskusi Kopi dan Ruang Berbagi ini bercerita Gerakan AMPUH adalah wadah bagi anak-anak muda untuk memulai inisiatif berwirausaha secara kolaboratif.
"Gerakan AMPUH bertujuan untuk membuat lebih banyak anak-anak muda mandiri dan berkapasitas, mendorong kelas menengah yang berkualitas, peduli dan bertanggung jawab dengan kemajuan negara-bangsanya," ujar mantan Staf Khusus Kantor Staf Presiden ini.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Muta'alimin Cirebon KH Muhammad Nuruzzaman menilai, meski memiliki potensi tapi akses santri untuk menghidupkan perekonomian di lingkungannya masih minim.
Lihat Juga :