Pesantren Diguyur Rp2,5 T, Gus Jazil: Semoga Ponpes Kembali Normal
Selasa, 11 Agustus 2020 - 07:43 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau pesantren lebih berani, sudah banyak yang buka. Tapi, yang besar-besar agak berhati-hati. Contohnya Pesantren Gontor tetap jalan. Menurut saya memang harus begitu, harus ada keberanian untuk memilah bahwa corona ini bisa diatasi dengan keberanian, imunitas, dengan menjaga kesehatan tanpa harus menutup," katanya. (Baca juga: Negara di Ambang Resesi, Jazilul Fawaid: Masyarakat Jangan Sampai Kelaparan )
Apalagi, selama enam bulan terakhir, kegiatan belajar-mengajar di pesantren dan lembaga pendidikan lainnya sudah tidak berjalan dengan normal. "Kalau ini sudah enam bulan dari Maret hingga Agustus, itu satu semester. Kalau tutup terus bagaimana ujian semesternya, gimana caranya, gimana evaluasinya, evaluasi tengah semester, UTS, ini tidak jelas," tuturnya.
Di sisi lain, Gus Jazil juga mengkritik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang dinilai kurang jelas kinerjanya dalam menangani persoalan pendidikan di tengah pandemi COVID-19. (Baca juga: Banyak Ponpes Mati Suri, Pemerintah Harus Bangkitkan Pendidikan Pesantren )
"Mendikbud ini nggak jelas. Jadi Mendikbud ini kesannya memang kurang ngerti dunia pendidikan, tapi karena semua urusan ada di Mendikbud, ya mohon Mendikbud fokus betul menangani itu. Tidak boleh sambilan atau kebijakannya hanya dirapatkan melalui online. Ini semua serba online. Jangan-jangan ambil kebijakannya juga online. Rapat online, ketemu wartawan online, semua online, janganlah," katanya.
Apalagi, selama enam bulan terakhir, kegiatan belajar-mengajar di pesantren dan lembaga pendidikan lainnya sudah tidak berjalan dengan normal. "Kalau ini sudah enam bulan dari Maret hingga Agustus, itu satu semester. Kalau tutup terus bagaimana ujian semesternya, gimana caranya, gimana evaluasinya, evaluasi tengah semester, UTS, ini tidak jelas," tuturnya.
Di sisi lain, Gus Jazil juga mengkritik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang dinilai kurang jelas kinerjanya dalam menangani persoalan pendidikan di tengah pandemi COVID-19. (Baca juga: Banyak Ponpes Mati Suri, Pemerintah Harus Bangkitkan Pendidikan Pesantren )
"Mendikbud ini nggak jelas. Jadi Mendikbud ini kesannya memang kurang ngerti dunia pendidikan, tapi karena semua urusan ada di Mendikbud, ya mohon Mendikbud fokus betul menangani itu. Tidak boleh sambilan atau kebijakannya hanya dirapatkan melalui online. Ini semua serba online. Jangan-jangan ambil kebijakannya juga online. Rapat online, ketemu wartawan online, semua online, janganlah," katanya.
(mpw)
Lihat Juga :