4 Pelajar Indonesia Incar Prestasi Terbaik di Olimpiade Biologi Internasional
Kamis, 13 Agustus 2020 - 18:10 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menjunjung tinggi nilai integritas, sebelum melaksanakan tes, keempat peserta melakukan sumpah melalui zoom meeting disaksikan panitia dari Pusat Prestasi Nasional. Menurut salah satu peserta IBO 2020, Joan Nadia mengatakan sumpah peserta perlu dilakukan di tengah kompetisi secara daring. (Baca juga: Pemerintah Percepat Fasilitasi Sertifikasi Halal Pelaku UMK )
“Yang paling menyolok (terlihat) disini tentang integritas, karena dengan situasi yang online seperti ini, titik untuk terjadi kecurangan itu sangat banyak, sangat rawan kecurangan. Jadi kita disini belajar meskipun banyak peluang untuk curang tapi kita tetap berpegang pada integritas sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.
Joan menambahkan, mengikuti lomba secara daring merupakan yang pertama. Joan bersyukur bisa mengikuti lomba dan telah melakukan persiapan melalui daring.
“Kompetisi secara online ini hal yang baru buat saya, tapi saya bersyukur bisa mengalaminya. Untuk persiapan saya di rumah, tidak mirip seperti kalau offline dengan baca materi dan jawab soal, yang berbeda adalah pelatihan yang diberikan oleh Tim Olimpiade Biologi Indonesia itu lewat zoom secara daring, dan pelatihan itu memberikan banyak pengetahuan baru buat saya, dan saya berusaha memahami materi itu dengan cepat,” ujar Joan Nadia.
Tim Pembina Olimpiade Biologi Indonesia dari ITB, Ahmad Faisal mengatakan para peserta IBO Challenge 2020 memiliki kesempatan untuk terlibat dalam International Group Project melalui proyek kolaborasi dengan siswa dari negara lain. Proyek kolaborasi ini untuk memecahkan permasalahan terkait empat topik yang disediakan yaitu: Infectious Diseases, Biodiversity and Oceans, Genome Editing, Evolution.
“Yang paling menyolok (terlihat) disini tentang integritas, karena dengan situasi yang online seperti ini, titik untuk terjadi kecurangan itu sangat banyak, sangat rawan kecurangan. Jadi kita disini belajar meskipun banyak peluang untuk curang tapi kita tetap berpegang pada integritas sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.
Joan menambahkan, mengikuti lomba secara daring merupakan yang pertama. Joan bersyukur bisa mengikuti lomba dan telah melakukan persiapan melalui daring.
“Kompetisi secara online ini hal yang baru buat saya, tapi saya bersyukur bisa mengalaminya. Untuk persiapan saya di rumah, tidak mirip seperti kalau offline dengan baca materi dan jawab soal, yang berbeda adalah pelatihan yang diberikan oleh Tim Olimpiade Biologi Indonesia itu lewat zoom secara daring, dan pelatihan itu memberikan banyak pengetahuan baru buat saya, dan saya berusaha memahami materi itu dengan cepat,” ujar Joan Nadia.
Tim Pembina Olimpiade Biologi Indonesia dari ITB, Ahmad Faisal mengatakan para peserta IBO Challenge 2020 memiliki kesempatan untuk terlibat dalam International Group Project melalui proyek kolaborasi dengan siswa dari negara lain. Proyek kolaborasi ini untuk memecahkan permasalahan terkait empat topik yang disediakan yaitu: Infectious Diseases, Biodiversity and Oceans, Genome Editing, Evolution.
(mpw)
Lihat Juga :