Pribadi Cerdas, Modal Utama Jadi Warganet Berakhlak Mulia di Ruang Digital

Minggu, 31 Maret 2024 - 19:10 WIB
loading...
Pribadi Cerdas, Modal...
Salah satu modal utama yang mesti dimiliki agar warganet berakhlak mulia di ruang digital adalah menjadi pribadi tangguh dan cerdas. Foto ilustrasi/Ist
A A A
JAMBI - Ibarat pisau bermata dua, perkembangan teknologi digital atau internet memberi dua pilihan. Satu sisi internet memudahkan manusia dalam berkomunikasi dan mencari informasi. Sisi lain, internet juga memiliki dampak negatif seperti hoaks, pornografi, perjudian hingga penipuan online. Apa modal yang mesti dimiliki agar warganet berakhlak mulia di ruang digital?

”Jadilah warganet yang tangguh. Ciri pertama, selalu berpikir kritis dan rajin menjadi kreator konten yang positif dan bermanfaat. Kedua, jalin komunikasi dan interaksi positif sesama warganet. Ketiga, jaga keamanan identitas digital dan jejak digital kita,” kata Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Provinsi Jambi, Joan Prayuda dalam diskusi literasi digital yang dilakukan chip in dengan sejumlah komunitas pemuda di Kuala Tungkal, Tanjab Barat, Sabtu (30/3) malam.

Diselenggarakan usai salat tarawih, diskusi luring (offline) bertema ”Menjadi Netizen Berakhlak Mulia” itu diikuti oleh sejumlah komunitas pemuda di Jambi. Di antaranya: Komite Keraf, Teater Tanjak, Remaja Al Falah, Sanggar Seni Cahaya, Remaja Anyam, Remaja Masjid Baitul Makmur, dan komunitas Sanggar Himpunan Melayu.

Baca juga: Perpusnas RI Ingatkan Pentingnya Anak Indonesia Cerdas Literasi dan Bermedia Sosial

Joan Prayuda mengingatkan peserta untuk tidak sharing data pribadi sembarangan. Juga, merawat positif jejak digital, serta melawan perundungan siber (cyberbullying) dan ujaran kebencian dengan menjaga tutur sapa di internet selalu sopan, santun, dan berakhlak. ”Sinergikan itu semua dalam interaksi internet sehari-hari, insyaallah akan jadi modal yang ampuh,” kata Joan, dalam diskusi yang dipandu Rudi Candra.

Dari perspektif etika digital, presenter televisi M. Habibi mengatakan, selain mesti cakap dan tangguh di ruang digital, warganet juga mesti kritis dan makin bijak saat menerima segala bentuk informasi di beragam aplikasi media sosial yang diakses.

”Ciri warganet yang cerdas dan bijak adalah mampu membuat konten kreatif dan positif. Juga, bisa mengedepankan akhlak mulia dan selektif dalam menerima informasi,” ujar Habibi, yang juga bertugas di Bagian Protokol dan Komunikasi Pemkab Tanjab Barat.

Terkait itu, sambung Habibi, libatkan guru, teman, dan orangtua agar tidak sembrono menyebar-teruskan hoaks atau berita viral, terlebih di grup WA. ”Selalu verifikasi dulu. Pastikan berita dan video yang diterima akurat. Cek dan ricek sebelum sharing mesti menjadi budaya kita di ruang digital,” tambah Habibi.

Sementara, dari sudut budaya digital, Direktur Mudyk Institute Riyanto menyebut ihwal perlunya terus menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika serta ajaran agama sebagai tuntunan etika dan panutan dalam berinteraksi di dunia nyata dan digital.

”Mari, selalu menghindari pemanfaatan internet secara negatif seperti perundungan, ujaran kebencian, hoaks, perjudian, bahkan kejahatan penipuan secara online. Kalau sampai ketemu, pastikan stop dengan jari kita,” tutup Riyanto, yang juga Dosen Bisnis Digital di Universitas Jambi.

Untuk diketahui, diskusi "chip in" seperti dihelat di Tanjab Barat ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). GNLD adalah salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan dan kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.

Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat.
(wyn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
Coding Camp AI DBS Foundation...
Coding Camp AI DBS Foundation Bantu Siswa SMK Siap Hadapi Dunia Kerja Digital
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Aksi Cepat Guru di Limapuluh...
Aksi Cepat Guru di Limapuluh Kota: TKA Digelar di Bukit demi Sinyal Internet
Bikin Iri, Ribuan Siswa...
Bikin Iri, Ribuan Siswa Thailand dapat Ipad untuk Bisa Belajar di Mana Saja dan Kapan Saja
Wamendikti Stella Christie...
Wamendikti Stella Christie Beri 2 Modal Penting bagi Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Euforia Suporter Memuncak,...
Euforia Suporter Memuncak, Meksiko Siap Rem Penjualan Alkohol
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved