Mau Buat Konten Budaya Menarik? Ini yang Harus Dikuasai Gen Z di Dunia Digital
Kamis, 02 Mei 2024 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
”Kalau kita ingin dapat respons positif, ikuti selera mereka. Bikin konten yang menarik, tapi ringan dipahami,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pasangkayu, Abidin menyebut perlunya membuat konten yang mendidik dan membangun budaya, namun tetap dengan menjaga etik dan moral.
”Ingat, internet akan jadi anugerah kalau kita yang mengendalikan teknologinya. Namun, akan jadi bencana kalau kita yang dikendalikan teknologi. Jangan sampai itu terjadi,” ujar Abidin, dalam diskusi vitual yang dipandu moderator Fernand Tampubolon.
Abidin menambahkan, hal penting yang mesti dihindari di kalangan Gen Z saat mengakses ruang digital, adalah sembarang berkomentar, apalagi memakai kata kasar. ”Ingat, yang dihadapi di ruang digital adalah manusia juga, bukan hanya barisan huruf atau angka,” urai Abidin.
Mengapa konten budaya wajib taat etika penting? Menurut dosen Universitas Paramadina Jakarta Septa Dinata, kalau sampai pihak yang diumpat atau tersinggung dengan isi konten di medsos tak terima, bisa memunculkan pidana ujaran kebencian.
Seperti diatur sangsi pidananya dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). ”Jadi, kendalikan dan kontrol emosi saat bermedsos. Kita latih karakter kita untuk tetap etis dan berbudaya,” pesan Septa.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pasangkayu, Abidin menyebut perlunya membuat konten yang mendidik dan membangun budaya, namun tetap dengan menjaga etik dan moral.
”Ingat, internet akan jadi anugerah kalau kita yang mengendalikan teknologinya. Namun, akan jadi bencana kalau kita yang dikendalikan teknologi. Jangan sampai itu terjadi,” ujar Abidin, dalam diskusi vitual yang dipandu moderator Fernand Tampubolon.
Abidin menambahkan, hal penting yang mesti dihindari di kalangan Gen Z saat mengakses ruang digital, adalah sembarang berkomentar, apalagi memakai kata kasar. ”Ingat, yang dihadapi di ruang digital adalah manusia juga, bukan hanya barisan huruf atau angka,” urai Abidin.
Mengapa konten budaya wajib taat etika penting? Menurut dosen Universitas Paramadina Jakarta Septa Dinata, kalau sampai pihak yang diumpat atau tersinggung dengan isi konten di medsos tak terima, bisa memunculkan pidana ujaran kebencian.
Seperti diatur sangsi pidananya dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). ”Jadi, kendalikan dan kontrol emosi saat bermedsos. Kita latih karakter kita untuk tetap etis dan berbudaya,” pesan Septa.
Lihat Juga :