Kepala BPMP DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Gotong Royong Wujudkan Pendidikan Berkualitas
Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:38 WIB
loading...
Suasana pembukaan Pameran dan Festival Semarak Bulan Merdeka Belajar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Sabtu (25/5/2024). Foto/SINDOnews/Dzikry Subhanie
A
A
A
JAKARTA - Untuk mewujudkan pendidikan unggul dan berkualitas di seluruh Indonesia, termasuk DKI Jakarta, perlu adanya semangat gotong royong dari seluruh unsur. Demikian disampaikan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DKI Jakarta Moch Salim Somad.
"Dengan semangat gotong royong, Insyaallah kita dapat melahirkan peserta didik yang berkualitas, yang mampu bersaing dengan negara lain," kata Salim seusai pembukaan Pameran dan Festival Semarak Bulan Merdeka Belajar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Sabtu (25/5/2024).
Menurut Salim, program Merdeka Belajar yang diinisiasi Mendikbudristek dan sudah diimplementasikan sampai saat ini ditujukan untuk mendorong transformasi pendidikan.
Baca Juga: Strategi Penguatan Kebijakan Merdeka Belajar
"Jadi, Merdeka Belajar itu bukan hanya simbol, slogan, melainkan sebagai upaya untuk mewujudkan kemerdekaan dalam belajar. Jadi, memungkinkan peserta didik untuk pertama mengembangkan kebebasan untuk berpikir, berekspresi, berkarya, dan mengeksplorasi potensi yang ada dalam diri mereka," katanya.
Merdeka Belajar, kata Salim, merupakan konsep pengembangan pendidikan. "Para stakeholder, pemangku kepentingan diharapkan sama-sama memiliki sense of belonging untuk menjadi agen perubahan atau agent of change dalam kerangka pengembangan dan transformasi pendidikan yang ada di Indonesia," ujarnya.
"Dengan semangat gotong royong, Insyaallah kita dapat melahirkan peserta didik yang berkualitas, yang mampu bersaing dengan negara lain," kata Salim seusai pembukaan Pameran dan Festival Semarak Bulan Merdeka Belajar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Sabtu (25/5/2024).
Menurut Salim, program Merdeka Belajar yang diinisiasi Mendikbudristek dan sudah diimplementasikan sampai saat ini ditujukan untuk mendorong transformasi pendidikan.
Baca Juga: Strategi Penguatan Kebijakan Merdeka Belajar
"Jadi, Merdeka Belajar itu bukan hanya simbol, slogan, melainkan sebagai upaya untuk mewujudkan kemerdekaan dalam belajar. Jadi, memungkinkan peserta didik untuk pertama mengembangkan kebebasan untuk berpikir, berekspresi, berkarya, dan mengeksplorasi potensi yang ada dalam diri mereka," katanya.
Merdeka Belajar, kata Salim, merupakan konsep pengembangan pendidikan. "Para stakeholder, pemangku kepentingan diharapkan sama-sama memiliki sense of belonging untuk menjadi agen perubahan atau agent of change dalam kerangka pengembangan dan transformasi pendidikan yang ada di Indonesia," ujarnya.

Lihat Juga :