Mau Anak Bermain Game Online Secara Positif dan Tak Kecanduan? Ini Tipsnya
Rabu, 29 Mei 2024 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Nilai-Nilai Positif yang Bisa Dipetik dari Bermain Game
Menjawab pertanyaan Zaenal Efendi dari SMAN 1 Telangohula tentang cara menghindari kecanduan game online dan tetap cakap digital, Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo Sutrisno DJ Yunus menyebut perlunya orang tua bijak tetapi tegas mengatur waktu yang tepat kapan anak boleh bermain game.
”Kalau perlu, bikin jadwal bersama dengan guru. Syukur, guru turut mengawasi dan memverifikasi game mana yang pas dan tepat diakses siswa, agar kecanduan dan manfaat game dalam beragam bentuk materi belajar lebih optimal,” saran Sutrisno.
Menurut Sutrisno, peran guru dan orangtua tak bisa disepelekan. Apabila anak kecanduan game, guru dan orang tua harus berperan mencari solusi dengan mencari alternative permainan game yang positif dan tidak membuat anak lupa belajar.
”Memverifikasi pilihan game yang pas buat anak menjadi pekerjaan rumah yang mesti digarap bersama oleh trio: guru, orangtua dan anak, dengan saling bertanggung jawab dan bersinergi,” urai Sutrisno, seraya menyebut pihaknya telah tiga tahun menggelar kompetisi game Mobile Legend di Gorontalo dengan hasil efektif mengerem kecanduan siswa menjadi sarana kompetisi positif di sekolah.
Menjawab pertanyaan Zaenal Efendi dari SMAN 1 Telangohula tentang cara menghindari kecanduan game online dan tetap cakap digital, Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo Sutrisno DJ Yunus menyebut perlunya orang tua bijak tetapi tegas mengatur waktu yang tepat kapan anak boleh bermain game.
”Kalau perlu, bikin jadwal bersama dengan guru. Syukur, guru turut mengawasi dan memverifikasi game mana yang pas dan tepat diakses siswa, agar kecanduan dan manfaat game dalam beragam bentuk materi belajar lebih optimal,” saran Sutrisno.
Menurut Sutrisno, peran guru dan orangtua tak bisa disepelekan. Apabila anak kecanduan game, guru dan orang tua harus berperan mencari solusi dengan mencari alternative permainan game yang positif dan tidak membuat anak lupa belajar.
”Memverifikasi pilihan game yang pas buat anak menjadi pekerjaan rumah yang mesti digarap bersama oleh trio: guru, orangtua dan anak, dengan saling bertanggung jawab dan bersinergi,” urai Sutrisno, seraya menyebut pihaknya telah tiga tahun menggelar kompetisi game Mobile Legend di Gorontalo dengan hasil efektif mengerem kecanduan siswa menjadi sarana kompetisi positif di sekolah.
Lihat Juga :