Mau Jadi Pelajar Beretika di Dunia Digital? Begini Tipsnya
Rabu, 05 Juni 2024 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
Sekolah yang menggelar nobar webinar, di antaranya: SMAN 1 Boalemo, SMAN 1 Bone, SMAN Bone Pantai, SMAN 1 Paguyaman, SMAN Bontulia, SMAN 2 dan SMAN 3 Marisa, SMAN 1 Dulupi, SMAN 1 Tapa Gorontalo, SMAN 1 Suwama, dan SMAN1 Randangan.
Baca juga: Di Media Sosial Netizen Perlu Bersikap Bijak, Etika Harus Dijunjung Tinggi
Since Ladji mengatakan, kunci untuk menghindari dampak negatif belajar di ruang online, yakni: bimbingan guru kepada siswa saat mengakses internet.Siswa diharapkan cerdas dan bijak dalam memilih informasi, juga memverifikasi akun yang diakses untuk menunjang belajar. Selain itu siswa perlu memanfaatkan akses internet untuk menunjang belajar. Bukan sebaliknya, membuat anak terancam bully dan terpapar hoaks.
”Kemudian, manfaatkan aplikasi digital untuk menangkal hoaks. Ajari siswa selalu bertutur sopan saat di ruang digital, tidak gampang menghujat. Lalu, ajak siswa membanjiri ruang digital dengan konten positif dan menjadi sarana bersaing positif di kelas,” ujarnya.
Merespons pertanyaan Thamrin, siswa SMAN 1 Bone, terkait jurus yang mesti dilakukan agar tidak menjadi konsumen hoaks, anggota Komisi Kajian MPR RI Nuzran Joher menyebut pentingnya siswa meningkatkan kompetensi saat mengakses beragam konten dan link. Apabila ada berita dan informasi yang meragukan, pengguna media sosial termasuk para pelajar jangan asal klik. Verifikasi dan ajak guru atau teman sekelas mendiskusikannya.
Baca juga: Di Media Sosial Netizen Perlu Bersikap Bijak, Etika Harus Dijunjung Tinggi
Since Ladji mengatakan, kunci untuk menghindari dampak negatif belajar di ruang online, yakni: bimbingan guru kepada siswa saat mengakses internet.Siswa diharapkan cerdas dan bijak dalam memilih informasi, juga memverifikasi akun yang diakses untuk menunjang belajar. Selain itu siswa perlu memanfaatkan akses internet untuk menunjang belajar. Bukan sebaliknya, membuat anak terancam bully dan terpapar hoaks.
”Kemudian, manfaatkan aplikasi digital untuk menangkal hoaks. Ajari siswa selalu bertutur sopan saat di ruang digital, tidak gampang menghujat. Lalu, ajak siswa membanjiri ruang digital dengan konten positif dan menjadi sarana bersaing positif di kelas,” ujarnya.
Merespons pertanyaan Thamrin, siswa SMAN 1 Bone, terkait jurus yang mesti dilakukan agar tidak menjadi konsumen hoaks, anggota Komisi Kajian MPR RI Nuzran Joher menyebut pentingnya siswa meningkatkan kompetensi saat mengakses beragam konten dan link. Apabila ada berita dan informasi yang meragukan, pengguna media sosial termasuk para pelajar jangan asal klik. Verifikasi dan ajak guru atau teman sekelas mendiskusikannya.
Lihat Juga :