Dulu Terkendala Biaya, KIP Kuliah Wujudkan Mimpi Aby dan Tunjung Lolos IISMA
Kamis, 06 Juni 2024 - 10:15 WIB
loading...
Dekan Vokasi Unair Prof. Dr. Anwar Maaruf (tengah) bersama Aby Rafdy Chaldun dan Tunjung Tri Fadillah yang lolos IISMA 2024.Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Senyum mengembang di bibir Aby Rafdy Chaldun dan Tunjung Tri Fadillah. Dua mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) itu tak lagi bingung memikirkan biaya kuliah.
Kesulitan biaya kuliah mereka teratasi setelah dengan memperoleh program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kendikbutristek).
Aby dan Tunjung pun bisa menempuh kuliah di universitas ternama yakni Universitas Airlangga (Unair) dan bahkan keduanya bisa lolos Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) ke Kanada dan Korea Selatan dengan biaya penuh dari pemerintah.
Aby di sela Dies Natalis ke-10 Fakultas Vokasi Unair, Selasa (4/6/2024) Aby menceritakan tentang dirinya yang tidak pernah mengubur impiannya untuk bisa kuliah di kampus ternama dan ke luar negeri.
Diakui Aby yang asli Sumedang, Jawa Barat itu, dia satu tahun harus bekerja di sebuah kafe selepas lulus SMA. Alasannya karena tidak ada biaya.
Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Ulaimi dan Cucu Rostini ini tidak pernah berhenti bermimpi walau saat itu harus bekerja. "Tapi dari bekerja saya banyak kenalan. Ada banyak info kalau bisa mendaftar KIP Kuliah. Akhirnya saya coba dan berhasil masuk di D4 Manajemen Perhotelan, Fakultas Vokasi Unair," katanya.
Kesulitan biaya kuliah mereka teratasi setelah dengan memperoleh program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kendikbutristek).
Aby dan Tunjung pun bisa menempuh kuliah di universitas ternama yakni Universitas Airlangga (Unair) dan bahkan keduanya bisa lolos Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) ke Kanada dan Korea Selatan dengan biaya penuh dari pemerintah.
Aby di sela Dies Natalis ke-10 Fakultas Vokasi Unair, Selasa (4/6/2024) Aby menceritakan tentang dirinya yang tidak pernah mengubur impiannya untuk bisa kuliah di kampus ternama dan ke luar negeri.
Diakui Aby yang asli Sumedang, Jawa Barat itu, dia satu tahun harus bekerja di sebuah kafe selepas lulus SMA. Alasannya karena tidak ada biaya.
Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Ulaimi dan Cucu Rostini ini tidak pernah berhenti bermimpi walau saat itu harus bekerja. "Tapi dari bekerja saya banyak kenalan. Ada banyak info kalau bisa mendaftar KIP Kuliah. Akhirnya saya coba dan berhasil masuk di D4 Manajemen Perhotelan, Fakultas Vokasi Unair," katanya.
Lihat Juga :