Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
Minggu, 05 Juli 2026 - 13:50 WIB
loading...
Muhamad Arga Reksapati, mahasiswa Universitas Teknologi Bandung (UTB). Foto/Kemendiktisaintek.
A
A
A
JAKARTA - Muhamad Arga Reksapati, mahasiswa Universitas Teknologi Bandung (UTB) berhasil memperoleh pengakuan dari dunia internasional, yakni dari perusahaan kecerdasan artifisial (AI) global, Anthropic, setelah menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada sistem Claude AI.
Arga, sapaan akrabnya, adalah salah satu mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia bercerita, awal prestasinya itu diawali saat dirinya menyampaikan informasi, melalui mekanisme pelaporan keamanan resmi Anthropic di platform HackerOne.
Baca juga: Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Setelah melalui proses peninjauan, laporan tersebut divalidasi memiliki tingkat keparahan High dengan skor 7,7. Atas temuannya tersebut, Anthropic memberikan apresiasi melalui program bug bounty senilai USD3.700.
Ketertarikan Arga terhadap keamanan AI berawal dari keinginannya memahami bagaimana sistem memproses konteks, masukan, dan data pendukung dalam alur kerja pengembangan perangkat lunak. Ketertarikan tersebut kemudian mendorongnya melakukan analisis keamanan secara mandiri hingga menemukan indikasi kerentanan pada sistem Claude AI.
Baca juga: Mahasiswa Prodi Sains Komunikasi MNC University Dinobatkan sebagai Putra/i Budaya Banten 2026
"Setelah menemukan indikasi kerentanan, saya tidak langsung menyimpulkan bahwa temuan tersebut valid. Saya terlebih dahulu melakukan verifikasi teknis untuk memastikan bahwa celah tersebut benar-benar dapat direproduksi, memiliki alur yang jelas, dan memberikan dampak keamanan yang nyata," katanya, melalui siaran pers, Minggu (5/7/2026).
Arga, sapaan akrabnya, adalah salah satu mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia bercerita, awal prestasinya itu diawali saat dirinya menyampaikan informasi, melalui mekanisme pelaporan keamanan resmi Anthropic di platform HackerOne.
Baca juga: Kisah Deni Maulana, Anak PMI Yordania yang Sukses Jadi Mahasiswa Berprestasi UGM
Setelah melalui proses peninjauan, laporan tersebut divalidasi memiliki tingkat keparahan High dengan skor 7,7. Atas temuannya tersebut, Anthropic memberikan apresiasi melalui program bug bounty senilai USD3.700.
Ketertarikan Arga terhadap keamanan AI berawal dari keinginannya memahami bagaimana sistem memproses konteks, masukan, dan data pendukung dalam alur kerja pengembangan perangkat lunak. Ketertarikan tersebut kemudian mendorongnya melakukan analisis keamanan secara mandiri hingga menemukan indikasi kerentanan pada sistem Claude AI.
Baca juga: Mahasiswa Prodi Sains Komunikasi MNC University Dinobatkan sebagai Putra/i Budaya Banten 2026
"Setelah menemukan indikasi kerentanan, saya tidak langsung menyimpulkan bahwa temuan tersebut valid. Saya terlebih dahulu melakukan verifikasi teknis untuk memastikan bahwa celah tersebut benar-benar dapat direproduksi, memiliki alur yang jelas, dan memberikan dampak keamanan yang nyata," katanya, melalui siaran pers, Minggu (5/7/2026).
Lihat Juga :