Kemenag Berikan Beasiswa Pendidikan kepada 61 Siswa Papua Barat
Sabtu, 22 Agustus 2020 - 13:07 WIB
loading...
Kemenag menggelontorkan program beasiswa pendidikan bagi 61 putra-putri Papua di Provinsi Papua Barat. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menggelontorkan program beasiswa pendidikan bagi 61 putra-putri Papua di Provinsi Papua Barat untuk memperkokoh kerukunan umat beragama di daerah tersebut. Beasiswa pendidikan ini merupakan bagian dari program Aku Cinta Papua yang diluncurkan Menteri Agama Fachrul Razi.
"Pada program Aku Cinta Papua ada tiga bidang yang menjadi fokus Kementerian Agama. Di antaranya memperkuat FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan penguatan pada nilai-nilai moderasi beragama," kata Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, Jumat, (21/8). (Baca juga: Khofifah Minta Guru Utamakan Pendidikan Karakter )
Pada penguatan nilai-nilai moderasi beragama, Kemenag meluncurkan program beasiswa pendidikan. Peserta yang terpilih telah diberangkatkan untuk mengenyam pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Zainut menyebut pada gelombang pertama ini difokuskan pada Perguruan Tinggi Kristen.
"Mereka akan mempelajari nilai-nilai agama yang moderat dan nilai-nilai cinta kasih. Untuk sementara ini, baru 61 orang dan program ini akan terus kami lanjutkan ke depan," ujarnya.
Zainut bersyukur, kerukunan umat beragama di Papua Barat terjalin sangat bagus. Ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan Kemenag pada 2019. (Baca juga: Kemenag Apresiasi Siswa Asal Bima Jadi Paskibraka Pertama dari Madrasah )
"Pada program Aku Cinta Papua ada tiga bidang yang menjadi fokus Kementerian Agama. Di antaranya memperkuat FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan penguatan pada nilai-nilai moderasi beragama," kata Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, Jumat, (21/8). (Baca juga: Khofifah Minta Guru Utamakan Pendidikan Karakter )
Pada penguatan nilai-nilai moderasi beragama, Kemenag meluncurkan program beasiswa pendidikan. Peserta yang terpilih telah diberangkatkan untuk mengenyam pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Zainut menyebut pada gelombang pertama ini difokuskan pada Perguruan Tinggi Kristen.
"Mereka akan mempelajari nilai-nilai agama yang moderat dan nilai-nilai cinta kasih. Untuk sementara ini, baru 61 orang dan program ini akan terus kami lanjutkan ke depan," ujarnya.
Zainut bersyukur, kerukunan umat beragama di Papua Barat terjalin sangat bagus. Ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan Kemenag pada 2019. (Baca juga: Kemenag Apresiasi Siswa Asal Bima Jadi Paskibraka Pertama dari Madrasah )
Lihat Juga :