Antisipasi Karakter Unik Gen Z, Pendidik Lakukan Ekstra Pendekatan

Senin, 01 Juli 2024 - 12:49 WIB
loading...
Antisipasi Karakter...
Vice President of Binus Higher Education, Prof Harjanto Prabowo dalam acara Binus Media Partnership Program (BMPP) di Hotel Dorsett Tsuen Wan Hong Kong, Jumat (28/6/2024).Foto/Wiendy Hapsari
A A A
JAKARTA - Topik soal Gen Z alias Zoomers, kelompok penduduk dengan rentang kelahiran 1995 -2012 akhir-akhir ini seringkali dibicarakan. Karakternya unik karena sifatnya yang ingin serba praktis, value driven, serta mudah gelisah menjadi isu yang menjadi atensi banyak pihak khususnya di dunia kerja.

Ada kekhawatiran gen Z tidak sanggup memenuhi kebutuhan dan tuntutan dari dunia kerja karena sifat-sifatnya tersebut. Salah seorang tenaga pendidik, Rikardus Ebed, Wakasek Humas & Guru BK dari SMAK St. Louis 1 Surabaya mengatakan bahwa ada beberapa penyebab dari keunikan sifat generasi ini, di antaranya adalah pengaruh media sosial yang sangat kuat serta pola asuh orangtua yang mengalami pergeseran value.

Selain itu, menurut Ebed, derasnya arus informasi turut memiliki andil dalam membentuk karakter gen Z. “Mereka sangat mudah menerima berbagai informasi dari berbagai bidang,” ujarnya.

Baca juga: Simak Tantangan Finansial Bagi Gen-Z!

Lani Budhi Hantari, Kepala sekolah SMA Santo Bernardus Pekalongan juga mengungkap bahwa penyebab munculnya karakter khas gen Z bisa jadi dikarenakan ketidaksiapan anak untuk menerima kemajuan teknologi.

Merespons fenomena ini, pihak sekolah pun telah menyiapkan sejumlah skenario bagi para anak didiknya. Di sekolahnya, Lani mengatakan berbagai program sudah diselenggarakan, mulai dari edukasi sampai kegiatan interaktif.

“Menangani Gen Z tidak mudah, perlu cara ekstra karena kebanyakan mereka asik dengan diri sendiri, dengan gadgetnya. Mereka juga mageran. Kalau diminta kegiatan diluar, pasti bilang males ah, “ujar Lani saat ditemui di acara dalam acara Binus Media Partnership Program (BMPP) di Hotel Dorsett Tsuen Wan Hong Kong, Jumat (28/6/2024).

Lani juga menambahkan bahwa perlu ada kegiatan edukasi dan itu sudah dilakukan, diantaranya adalah bedah buku. “Kami menggelar acara bedah buku, judulnya Strawbery Generation karangan Prof Rhenald Kasali. Disini kami undang juga sekolah lain. Selain itu, kami juga punya program sharing profesi yang mendatangkan para alumni sekolah, “ ujarnya.

Hal serupa juga diungkap Ebed. Menurutnya, sekolah telah mengimplementasikan program-program yang mengakomodir karakter gen Z dengan menerapkan metode pembelajaran yang menggunakan teknologi dan bersifat interaktif.

Upaya-upaya penanaman karakter positif juga dilakukan dengan menjalin komunikasi yang positif, pembinaan mental, spiritual, dan juga pelatihan-pelatihan dalam ranah kognitif. “St Louis juga mengakomodir kebutuhan gen Z dengan memfasilitasi 44 estrakulikuler sesuai dengan perkembangan zaman,” tutur Ebed.

Tantangan untuk menghadapi Gen Z ini nyatanya tidak hanya dihadapi oleh guru sekolah menengah, melainkan juga pihak universitas. Hal itu diungkapkan oleh Vice President of Binus Higher Education, Prof Harjanto Prabowo.

Menurutnya, Gen Z adalah generasi yang perhatiannya mudah teralihkan sehingga perlu ekstra cara untuk bisa membuat mereka fokus. “Contohnya dalam proses mengajar. Dosen sudah tidak bisa hanya ngomong, tapi juga harus harus nari, cerita, agak mereka tertarik, “ ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Prof Har ini juga mengatakan bahwa dunia industri perlu mempelajari karakter gen Z untuk mencocokkan dengan kebutuhan perusahaan.

Menciptakan budaya yang iklusif, melibatkan dalam proses pengambilan keputusan serta melakukan evaluasi sesegera mungkin adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan industri untuk menyikapi ini.
(wyn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
Cara Akses Platform...
Cara Akses Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua
Wamen Stella dan Pramono...
Wamen Stella dan Pramono Anung Bahas Jakarta Jadi Pusat Pendidikan Internasional
Hardiknas 2026, Mendikdasmen...
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru di Seluruh Indonesia
Tema dan Logo Hardiknas...
Tema dan Logo Hardiknas 2026 Lengkap dengan Makna dan Link Unduhan Resmi
Relawan Perempuan Astra...
Relawan Perempuan Astra Perkuat Kualitas Pendidikan di Sumba Timur
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Rekomendasi
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Berita Terkini
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved