IAIN Kudus Jadi Tuan Rumah Konsolidasi Nasional 2024 DEMA PTKIN Se-Indonesia
Sabtu, 20 Juli 2024 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sambutannya, Dr. H. Kisbiyanto menyampaikan pihaknya bersyukur dan menyambut dengan baik kegiatan Konsolidasi Nasional DEMA PTKIN Se-Indonesia Tahun 2024.
Menurutnya, mahasiswa selama ini sebagai komponen terpenting perguruan tinggi, sudah selayaknya berperan aktif dalam pengembangan PTKIN, khususnya menuju kualitas unggul sebagai mahasiswa yang bersiap menjadi sarjana dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang tepat guna bagi kehidupan sesuai masa kini dan masa depan.
“Salah satu isu utama penyiapan sarjana berkualitas unggul adalah memenuhi standarisasi dan internasionalisasi. Misalnya, boleh mengaku mahir bahasa Inggris harus ditunjukkan dengan nilai TOEFL yang tinggi dan unjuk kemampuan yang baik. Demikian juga penyiapan karier di dunia kerja, sarjana ke depan dituntut untuk mempunyai kompetensi sesuai profesi dan kualifikasi kelulusan berbagai sertifikasi. Begitulah, tantangan dunia keilmuan dan dunia kerja saat ini dan masa depan,”ujarnya.
Kisbiyanto juga menyoroti isu pembiayaan pendidikan tinggi. “Sampai saat ini kebijakan nasional di Indonesia menerapkan sistem pembayaran UKT berjenjang dengan grade UKT tinggi bagi mahasiswa dari keluarga mampu dan UKT grade sedang dan rendah bagi keluarga dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah.
“Sistem ini saling membantu bagi semua kalangan, di samping adanya afirmasi beasiswa KIP Kuliah dan program beasiswa lainnya. Saya optimis, sahabat-sahabat mahasiswa sebagai kader bangsa makin bersemangat dan akan berhasil menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Menurutnya, mahasiswa selama ini sebagai komponen terpenting perguruan tinggi, sudah selayaknya berperan aktif dalam pengembangan PTKIN, khususnya menuju kualitas unggul sebagai mahasiswa yang bersiap menjadi sarjana dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang tepat guna bagi kehidupan sesuai masa kini dan masa depan.
“Salah satu isu utama penyiapan sarjana berkualitas unggul adalah memenuhi standarisasi dan internasionalisasi. Misalnya, boleh mengaku mahir bahasa Inggris harus ditunjukkan dengan nilai TOEFL yang tinggi dan unjuk kemampuan yang baik. Demikian juga penyiapan karier di dunia kerja, sarjana ke depan dituntut untuk mempunyai kompetensi sesuai profesi dan kualifikasi kelulusan berbagai sertifikasi. Begitulah, tantangan dunia keilmuan dan dunia kerja saat ini dan masa depan,”ujarnya.
Kisbiyanto juga menyoroti isu pembiayaan pendidikan tinggi. “Sampai saat ini kebijakan nasional di Indonesia menerapkan sistem pembayaran UKT berjenjang dengan grade UKT tinggi bagi mahasiswa dari keluarga mampu dan UKT grade sedang dan rendah bagi keluarga dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah.
“Sistem ini saling membantu bagi semua kalangan, di samping adanya afirmasi beasiswa KIP Kuliah dan program beasiswa lainnya. Saya optimis, sahabat-sahabat mahasiswa sebagai kader bangsa makin bersemangat dan akan berhasil menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Lihat Juga :