Teknologi Memudahkan Proses Belajar dan Mengajar Siswa, Begini Caranya
Selasa, 13 Agustus 2024 - 12:52 WIB
loading...
A
A
A
”Penerapan teknologi dalam proses belajar mengajar yang selaras dengan pilar kecakapan digital dapat dilakukan dengan mengoptimalisasi penggunaan mesin pencarian, penggunaan chat AI untuk narasi, tools edit video, dan tools presentasi,” jelas Mei dalam keterangan resminya, Selasa (13/8/2024).
Dalam diskusi bertajuk ”Teknologi untuk Mendukung Proses Belajar dan Mengajar” itu, Mei menyebut pentingnya teknologi untuk mengoptimalisasi tools pembelajaran daring. Yakni, siswa mengikuti kelas online menggunakan platform e-learning atau aplikasi video conference.
”Contohnya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dalam kelas virtual, guru menggunakan aplikasi video conference seperti Zoom atau Google Meet untuk mengadakan kelas virtual secara langsung dengan siswa,” ujar Mei Santi.
Selain itu, sambung Mei, optimalisasi teknologi bisa dilakukan dengan penggunaan aplikasi percakapan dan media sosial edukatif, tools gamifikasi, dan aplikasi belajar.
”Dengan media sosial guru bisa berbagi informasi, berinteraksi, dan berdiskusi dengan siswa. Lalu, menggunakan permainan edukatif untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar, dan aplikasi belajar untuk mempelajari materi secara mandiri,” rinci Mei dalam diskusi yang diikuti lewat nonton bareng (nobar) para pelajar dari berbagai sekolah menengah di wilayah Ngawi.
Dalam diskusi bertajuk ”Teknologi untuk Mendukung Proses Belajar dan Mengajar” itu, Mei menyebut pentingnya teknologi untuk mengoptimalisasi tools pembelajaran daring. Yakni, siswa mengikuti kelas online menggunakan platform e-learning atau aplikasi video conference.
”Contohnya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dalam kelas virtual, guru menggunakan aplikasi video conference seperti Zoom atau Google Meet untuk mengadakan kelas virtual secara langsung dengan siswa,” ujar Mei Santi.
Selain itu, sambung Mei, optimalisasi teknologi bisa dilakukan dengan penggunaan aplikasi percakapan dan media sosial edukatif, tools gamifikasi, dan aplikasi belajar.
”Dengan media sosial guru bisa berbagi informasi, berinteraksi, dan berdiskusi dengan siswa. Lalu, menggunakan permainan edukatif untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar, dan aplikasi belajar untuk mempelajari materi secara mandiri,” rinci Mei dalam diskusi yang diikuti lewat nonton bareng (nobar) para pelajar dari berbagai sekolah menengah di wilayah Ngawi.
Lihat Juga :