UNJ Wujudkan Kampus Ramah Disabilitas
Rabu, 21 Agustus 2024 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Alasan Siroj memilih prodi Pendidikan Agama Islam karena ia terinspirasi dari seorang ulama dan pendakwah yaitu Ustaz Zakir Naik, Siroj ingin menjadi sepertinya. Dalam beberapa waktu ke depan, Siroj juga ingin mengikuti salah satu program di televisi ajang pencari bakat.
Sejak SMP, bersama dengan Ayahanda, Siroj sering melakukan Kaji Kitab. Saat SMP pun Siroj sering mendapat kepercayaan dari Wakil Kepala Sekolahnya untuk mengisi Kultum dan juga aktif di Rohis, Siroj juga sempat menjadi tim pertimbangan untuk menjadi Ketua Rohis.
Selama kegiatan Pra PKKMB berlangsung, Siroj merasa senang dan bangga. Pada hari pertama Pra PKKMB, Siroj mengenal banyak teman bahkan yang datang dari luar pulau Jawa. Dalam mengikuti kegiatan, Siroj merasa terbantu dengan fasilitator Relawan Disabilitas karena dirinya belum menguasai tongkat dan braille. Tak hanya itu, para fasilitator juga membantu Siroj yang kesulitan dalam mempersiapkan materi ketika mendapatkan tugas.
Terhadap UNJ, Siroj memiliki kesan yang positif, ia bersyukur sudah banyak pihak yang memberikan perhatian dan kasih sayang serta membantunya selama mengikuti kegiatan kampus. Siroj juga sangat berterima kasih kepada UNJ yang telah membuka jalur masuk perguruan tinggi untuk para disabilitas. Semoga akses untuk disabilitas semakin ditingkatkan di lingkungan kampus UNJ agar lebih ramah disabilitas.
Relawan Disabilitas UNJ memiliki peran penting di UNJ dalam menyediakan pendampingan bagi mahasiswa disabilitas. Wardah, Ketua Relawan Disabilitas UNJ bercerita untuk mahasiswa baru khususnya teman netra belum begitu mengenal lingkungan kampus. Oleh karena itu, relawan disabilitas akan mengadakan orientasi khusus untuk mobilitas lingkungan kampus agar lebih mengenal ada apa saja di lingkungan kampus.
Kemudian untuk teman-teman tuli nantinya yang tidak bisa berbahasa isyarat, akan disediakan pelatihan untuk teman disabilitas dan juga relawannya. dalam perkuliahan, relawan disabilitas juga akan memberikan pendampingan. Untuk jenis disabilitasnya dari tahun ke tahun lebih banyak teman tuli dan teman netra.
Sejak SMP, bersama dengan Ayahanda, Siroj sering melakukan Kaji Kitab. Saat SMP pun Siroj sering mendapat kepercayaan dari Wakil Kepala Sekolahnya untuk mengisi Kultum dan juga aktif di Rohis, Siroj juga sempat menjadi tim pertimbangan untuk menjadi Ketua Rohis.
Selama kegiatan Pra PKKMB berlangsung, Siroj merasa senang dan bangga. Pada hari pertama Pra PKKMB, Siroj mengenal banyak teman bahkan yang datang dari luar pulau Jawa. Dalam mengikuti kegiatan, Siroj merasa terbantu dengan fasilitator Relawan Disabilitas karena dirinya belum menguasai tongkat dan braille. Tak hanya itu, para fasilitator juga membantu Siroj yang kesulitan dalam mempersiapkan materi ketika mendapatkan tugas.
Terhadap UNJ, Siroj memiliki kesan yang positif, ia bersyukur sudah banyak pihak yang memberikan perhatian dan kasih sayang serta membantunya selama mengikuti kegiatan kampus. Siroj juga sangat berterima kasih kepada UNJ yang telah membuka jalur masuk perguruan tinggi untuk para disabilitas. Semoga akses untuk disabilitas semakin ditingkatkan di lingkungan kampus UNJ agar lebih ramah disabilitas.
Relawan Disabilitas UNJ memiliki peran penting di UNJ dalam menyediakan pendampingan bagi mahasiswa disabilitas. Wardah, Ketua Relawan Disabilitas UNJ bercerita untuk mahasiswa baru khususnya teman netra belum begitu mengenal lingkungan kampus. Oleh karena itu, relawan disabilitas akan mengadakan orientasi khusus untuk mobilitas lingkungan kampus agar lebih mengenal ada apa saja di lingkungan kampus.
Kemudian untuk teman-teman tuli nantinya yang tidak bisa berbahasa isyarat, akan disediakan pelatihan untuk teman disabilitas dan juga relawannya. dalam perkuliahan, relawan disabilitas juga akan memberikan pendampingan. Untuk jenis disabilitasnya dari tahun ke tahun lebih banyak teman tuli dan teman netra.
(nnz)
Lihat Juga :