Game Online Bisa Latih Siswa Pecahkan Masalah dan Analisis Data
Kamis, 26 September 2024 - 19:03 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, lanjut Septa, game online bermanfaat untuk melatih memecahkan masalah dan analisis data. Game seringkali menghadirkan tantangan yang memerlukan pemikiran strategis dan pemecahan masalah yang kreatif.
”Gamer mempelajari cara menganalisis statistik dan data dalam game untuk meningkatkan performa mereka, yang juga relevan dalam konteks bisnis dan penelitian,” imbuh Septa Dinata.
Septa menambahkan, game online kini sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di tingkat internasional, atau dikenal dengan sebutan e-Sports. Berpartisipasi dalam turnamen game kompetitif bisa mendapatkan hadiah uang. ”Ada pula platform game yang secara langsung menyediakan hadiah uang untuk pemenang yang memainkan game tertentu. Penghasilan didapatkan berdasarkan kemampuan, meningkatkan keterampilan bermain untuk berkompetisi di tingkat profesional,” tutur Septa Dinata di hadapan siswa yang mengikuti acara diskusi dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing.
Dari sudut pandang berbeda, praktisi IT Mahir Institute Partner Ardiansyah meminta pengguna digital agar berhati-hati dan waspada saat berada di ruang digital, termasuk pada saat memainkan game.
”Amankan perangkat digital, identitas digital, waspadai penipuan digital, rekam jejak digital, dan pahami fitur aturannya. Hindari perundungan dan ujaran kebencian di media digital,” pesan Ardiansyah.
”Gamer mempelajari cara menganalisis statistik dan data dalam game untuk meningkatkan performa mereka, yang juga relevan dalam konteks bisnis dan penelitian,” imbuh Septa Dinata.
Septa menambahkan, game online kini sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di tingkat internasional, atau dikenal dengan sebutan e-Sports. Berpartisipasi dalam turnamen game kompetitif bisa mendapatkan hadiah uang. ”Ada pula platform game yang secara langsung menyediakan hadiah uang untuk pemenang yang memainkan game tertentu. Penghasilan didapatkan berdasarkan kemampuan, meningkatkan keterampilan bermain untuk berkompetisi di tingkat profesional,” tutur Septa Dinata di hadapan siswa yang mengikuti acara diskusi dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing.
Dari sudut pandang berbeda, praktisi IT Mahir Institute Partner Ardiansyah meminta pengguna digital agar berhati-hati dan waspada saat berada di ruang digital, termasuk pada saat memainkan game.
”Amankan perangkat digital, identitas digital, waspadai penipuan digital, rekam jejak digital, dan pahami fitur aturannya. Hindari perundungan dan ujaran kebencian di media digital,” pesan Ardiansyah.
Lihat Juga :