Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Jakarta: Integrasi Islam-Sains Jadi Pilar Kemajuan Peradaban Indonesia
Jum'at, 27 September 2024 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Lewat cara ini, pengetahuan yang dihasilkan lebih lebih holistik karena berpijak pada pendekatan yang lintas disiplin keilmuan (trans-disciplinary).
“Integrasi antara Islam dan sains di Indonesia merupakan bagian langkah aktif untuk menghadapi tantangan di era modern. Ini membutuhkan sinergi yang baik antara pemerintah, akademisi, ulama, dan masyarakat,” ujar Prof Andi yang menyampaikan paparannya dengan judul Bridging The Gap: Strategic Communication for The Integration of Science and Islam in Indonesia.
Dengan integrasi antara Islam dan ilmu komunikasi, tandas Direktur UNESCO Chair on Communication and Sustainable Development ini, Indonesia ke depan juga bisa mewujud menjadi negara yang madani (civil society). Lewat keterpaduan ilmu ini, komunikasi tak sebatas dikaji pada aspek informasi (tabligh) semata, namun juga dikembangkan menjadi sarana perubahan sosial (taghyir) lewat pemanfaatan dan modifikasi teknologi (tankir).
“Jelas kiranya integrasi Islam dan sains ini bersifat konstruktif, tidak dangkal dan memiliki dasar filosofis yang kuat baik sisi ontologi, epistemologi dan aksiologi yang mendorong metodologi dengan lebih kokoh,” ujarnya.
Prof Andi menandaskan, komunikasi yang efektif sangat penting untuk menyelaraskan prinsip-prinsip Islam dengan kemajuan ilmiah modern, sehingga keduanya dapat hidup berdampingan secara harmonis. Islam juga selalu mendukung kemajuan zaman, mendorong para pengikutnya untuk merangkul pengetahuan dan inovasi.
“Integrasi antara Islam dan sains di Indonesia merupakan bagian langkah aktif untuk menghadapi tantangan di era modern. Ini membutuhkan sinergi yang baik antara pemerintah, akademisi, ulama, dan masyarakat,” ujar Prof Andi yang menyampaikan paparannya dengan judul Bridging The Gap: Strategic Communication for The Integration of Science and Islam in Indonesia.
Dengan integrasi antara Islam dan ilmu komunikasi, tandas Direktur UNESCO Chair on Communication and Sustainable Development ini, Indonesia ke depan juga bisa mewujud menjadi negara yang madani (civil society). Lewat keterpaduan ilmu ini, komunikasi tak sebatas dikaji pada aspek informasi (tabligh) semata, namun juga dikembangkan menjadi sarana perubahan sosial (taghyir) lewat pemanfaatan dan modifikasi teknologi (tankir).
“Jelas kiranya integrasi Islam dan sains ini bersifat konstruktif, tidak dangkal dan memiliki dasar filosofis yang kuat baik sisi ontologi, epistemologi dan aksiologi yang mendorong metodologi dengan lebih kokoh,” ujarnya.
Prof Andi menandaskan, komunikasi yang efektif sangat penting untuk menyelaraskan prinsip-prinsip Islam dengan kemajuan ilmiah modern, sehingga keduanya dapat hidup berdampingan secara harmonis. Islam juga selalu mendukung kemajuan zaman, mendorong para pengikutnya untuk merangkul pengetahuan dan inovasi.
Lihat Juga :