Gandeng ESQ, FK Unair Gaungkan Zero Bullying dan Cegah Stres Mahasiswa
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Founder ESQ, Ary Ginanjar mengaku salut pada FK Unair yang sudah melakukan terobosan menggandeng lembaganya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan kampus.
"Kondisi seperti ini sudah pernah saya prediksi seperempat abad yang lalu. Di mana kondisi yang tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik, tapi harus memiliki kecerdasan spiritual dan emosional. Dari FK Unair ini membuktikan bahwa menjadi dokter tidak hanya cerdas akademik tapi harus cerdas spiritual dan emosionalnya," kata Ary.
Ary sendiri memiliki empat strategi yang diusulkan untuk tindakan preventif di FK Unair. Pertama peningkatan kecerdasan spiritual. Diakui Ary, seseorang yang tidak memiliki kecerdasan spiritual kemungkinan mengalami depresi, empat kali lipat dibandingkan orang yang memiliki kecerdasan spiritual. Dan seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual bisa 3,8 kali lebih kuat ketika dia menghadapi tekanan-tekanan mental.
Kedua adalah konsep 3E yakni easy, enjoy dan excellence. Untuk mendapatkan itu bisa dengan membaca talenta setiap dokter dan calon dokter. Cara ini mampu membuat mahasiswa memiliki tidak hanya job fit tapi talenta fit dan culture fit.
"Kamu bawa sebuah konsep dengan sistem kecerdasan buatan (AI) sehingga tahu karaktertistik untuk mengurangi rasa stres," katanya.
Konsep ketiga adalah growth minder yakni merespon positif tekanaan apapun. Dan yang keempat adalah membentuk tim kuratif agar kemampuan dosen pembimbing lebih meningkat untuk melakukan coaching dengan mahasiswa tidak dengan kekerasan, tidak dengan bullying. Harus memiliki kemampuan yakni mendengar dan bertanya serta mampu memberikan jawaban.
"Kondisi seperti ini sudah pernah saya prediksi seperempat abad yang lalu. Di mana kondisi yang tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik, tapi harus memiliki kecerdasan spiritual dan emosional. Dari FK Unair ini membuktikan bahwa menjadi dokter tidak hanya cerdas akademik tapi harus cerdas spiritual dan emosionalnya," kata Ary.
Empat Strategi Preventif
Ary sendiri memiliki empat strategi yang diusulkan untuk tindakan preventif di FK Unair. Pertama peningkatan kecerdasan spiritual. Diakui Ary, seseorang yang tidak memiliki kecerdasan spiritual kemungkinan mengalami depresi, empat kali lipat dibandingkan orang yang memiliki kecerdasan spiritual. Dan seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual bisa 3,8 kali lebih kuat ketika dia menghadapi tekanan-tekanan mental.
Kedua adalah konsep 3E yakni easy, enjoy dan excellence. Untuk mendapatkan itu bisa dengan membaca talenta setiap dokter dan calon dokter. Cara ini mampu membuat mahasiswa memiliki tidak hanya job fit tapi talenta fit dan culture fit.
"Kamu bawa sebuah konsep dengan sistem kecerdasan buatan (AI) sehingga tahu karaktertistik untuk mengurangi rasa stres," katanya.
Konsep ketiga adalah growth minder yakni merespon positif tekanaan apapun. Dan yang keempat adalah membentuk tim kuratif agar kemampuan dosen pembimbing lebih meningkat untuk melakukan coaching dengan mahasiswa tidak dengan kekerasan, tidak dengan bullying. Harus memiliki kemampuan yakni mendengar dan bertanya serta mampu memberikan jawaban.
(wyn)
Lihat Juga :