SMA Atisa Dipamkara Tangerang Sukses Juarai Kompetisi Debat Pemuda
Rabu, 09 Oktober 2024 - 16:21 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan kemajuan teknologi saat ini membuat anak muda cenderung pasif terhadap isu-isu yang ada di sekitarnya. "Bagaimana ini kemudian membentuk karakter mereka yang inovatif, yang kritis terhadap situasi lingkungan saat ini," tambahnya.
Melalui penyesuaian dengan generasi terkini, Bram menilai perlunya mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan dengan cara lebih modern. "Saat ini (anak muda) bukan tidak peduli (patriotisme), tapi mungkin ini melahirkan beberapa sesuatu yang lebih majemuk sehingga ini perlu di remind kembali, dikuatkan kembali," tandasnya.
Dengan begitu, dia berharap perjuangan masa lampau para pejuang hingga mengantarkan sampai proses kemerdekaan tidak hanya sebagai sebuah nilai sejarah. "Tapi bagaimana kemudian generasi muda saat ini melalui aktivitas yang relevan saat ini melanjutkan tujuan besar bangsa ini. Tentu kalau kita berbicara tentang isu kebangsaan tentu banyak, ya," tuturnya.
Salah satu peserta, Alif Athallah Putra dari MAN 4 Jakarta yang mendapatkan penghargaan sebagai Pembicara Tebaik dalam Kompetisi Debat Pemuda menyampaikan "melaksanakan kompetisi debat di lokasi dimana kongres pemuda kedua dilaksanakan merupakan pengalaman yang berharga, khususnya bagi kami para pemuda.
“Selama proses kompetisi saya merasakan semangat yang berbeda, ada rasa haru, semangat, dan juga bangga karena merasakan bagaimana esensi diskusi dan perdebatan langsung di museum sejarah yang penting untuk Indonesia. Saya berharap kompetisi debat pemuda di Muspada ini bisa terus dilaksanakan dan mungkin bisa dilaksanakan tidak hanya tingkat Jabodetabek saja, tetapi juga ditingkat nasional,"katanya.
Kepala Bagian Umum Indonesian Heritage Agency Brahmantara menimpali bahwa adanya kompetisi debat ini sebagai bagian memaknai perjuangan kemerdekaan melalui debat dan kritik membangun sehingga muncul solusi atas permasalahan yang terjadi di lingkunganya.
Melalui penyesuaian dengan generasi terkini, Bram menilai perlunya mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan dengan cara lebih modern. "Saat ini (anak muda) bukan tidak peduli (patriotisme), tapi mungkin ini melahirkan beberapa sesuatu yang lebih majemuk sehingga ini perlu di remind kembali, dikuatkan kembali," tandasnya.
Dengan begitu, dia berharap perjuangan masa lampau para pejuang hingga mengantarkan sampai proses kemerdekaan tidak hanya sebagai sebuah nilai sejarah. "Tapi bagaimana kemudian generasi muda saat ini melalui aktivitas yang relevan saat ini melanjutkan tujuan besar bangsa ini. Tentu kalau kita berbicara tentang isu kebangsaan tentu banyak, ya," tuturnya.
Salah satu peserta, Alif Athallah Putra dari MAN 4 Jakarta yang mendapatkan penghargaan sebagai Pembicara Tebaik dalam Kompetisi Debat Pemuda menyampaikan "melaksanakan kompetisi debat di lokasi dimana kongres pemuda kedua dilaksanakan merupakan pengalaman yang berharga, khususnya bagi kami para pemuda.
“Selama proses kompetisi saya merasakan semangat yang berbeda, ada rasa haru, semangat, dan juga bangga karena merasakan bagaimana esensi diskusi dan perdebatan langsung di museum sejarah yang penting untuk Indonesia. Saya berharap kompetisi debat pemuda di Muspada ini bisa terus dilaksanakan dan mungkin bisa dilaksanakan tidak hanya tingkat Jabodetabek saja, tetapi juga ditingkat nasional,"katanya.
Kepala Bagian Umum Indonesian Heritage Agency Brahmantara menimpali bahwa adanya kompetisi debat ini sebagai bagian memaknai perjuangan kemerdekaan melalui debat dan kritik membangun sehingga muncul solusi atas permasalahan yang terjadi di lingkunganya.
Lihat Juga :