Atip Latipulhayat, Waketum PP Persis yang Dipercaya Prabowo Menjadi Wamen Dikdasmen
Rabu, 23 Oktober 2024 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Selama menjabat sebagai Waketum PP Persis, Atip cukup memberikan pengaruh kepada para pengurus, otonom, dan jemaah Persis di berbagai level pimpinan dan wilayah.
Sosok Atip juga dikenal humble dan mudah bergaul dengan anak muda. Hal ini menjadi salah satu faktor tersendiri dekatnya dia dengan Barisan Otonom Muda Persatuan Islam yang terdiri dari Pemuda Persis, Pemudi Persis, Hima Persis, Himi Persis, IPP, dan IPPi.
Arip lulus S1 dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 1990. Setelah itu, dirinya melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Pada tahun 2000 dia menyelesaikan pendidikan di Monash University, Australia melalui studi Magister Hukum (LL.M). Di kampus ini juga Atip berhasil meraih gelar Doktor (Ph.D) pada tahun 2007 dalam ilmu hukum.
Atip juga mengikuti berbagai pendidikan tambahan di luar Indonesia, seperti The Hague Academy of International Law yang berlokasi di Belanda dan The United Nations, Geneva Office, dan The International Ocean Institute di India.
Pada bidang hukum internasional, Atip dipercaya menduduki berbagai posisi penting. Misal, Presiden International Law Association (ILA) Cabang Indonesia, Ketua Center for Air and Space Law Studies (ICASL) Fakultas Hukum Unpad, Anggota The Hague Working Group of Space Resource Activities, hingga menjadi Pimpinan Redaksi di Jurnal Hukum Internasional Padjadjaran (Unpad).
Sosok Atip juga dikenal humble dan mudah bergaul dengan anak muda. Hal ini menjadi salah satu faktor tersendiri dekatnya dia dengan Barisan Otonom Muda Persatuan Islam yang terdiri dari Pemuda Persis, Pemudi Persis, Hima Persis, Himi Persis, IPP, dan IPPi.
Latar Belakang Pendidikan
Arip lulus S1 dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 1990. Setelah itu, dirinya melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Pada tahun 2000 dia menyelesaikan pendidikan di Monash University, Australia melalui studi Magister Hukum (LL.M). Di kampus ini juga Atip berhasil meraih gelar Doktor (Ph.D) pada tahun 2007 dalam ilmu hukum.
Atip juga mengikuti berbagai pendidikan tambahan di luar Indonesia, seperti The Hague Academy of International Law yang berlokasi di Belanda dan The United Nations, Geneva Office, dan The International Ocean Institute di India.
Pada bidang hukum internasional, Atip dipercaya menduduki berbagai posisi penting. Misal, Presiden International Law Association (ILA) Cabang Indonesia, Ketua Center for Air and Space Law Studies (ICASL) Fakultas Hukum Unpad, Anggota The Hague Working Group of Space Resource Activities, hingga menjadi Pimpinan Redaksi di Jurnal Hukum Internasional Padjadjaran (Unpad).
(zik)
Lihat Juga :