Mahasiswa UGM Ini Hanya Butuh 1 Tahun untuk Lulus S2 Cum Laude, Apa Rahasianya?
Sabtu, 26 Oktober 2024 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Lahir dari keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan, keberhasilan Henra menjadi kebanggaan, terutama sebagai anak pertama yang menempuh pendidikan tinggi hingga tingkat master. Orang tuanya pun menekankan pentingnya rendah hati dan mengamalkan ilmu untuk hal-hal positif.
Sebelum berkuliah di UGM, Henra menyelesaikan studi S1 di Universitas Hasanuddin (Unhas). Saat memulai S2, ia langsung mengerjakan penelitian dengan topik “Aktivitas Senyawa Antifungi dan Antibiofilm Bacillus velezensis BP1 terhadap Candida albicans: In Vitro Bioassay, Metabolomic, In Silico Molecular Docking.”
Baca juga: UGM Wisuda 1.797 Lulusan, 4 Mahasiswa Raih IPK Tertinggi
Penelitian ini sangat relevan dengan minatnya di bidang bioteknologi, dan dukungan dari dosen pembimbing menjadi motivasi tambahan bagi Henra untuk melampaui targetnya.
Perjalanan Henra dalam menyelesaikan studi tidak mudah; ia seringkali menghadapi kelelahan akibat jadwal padat antara kuliah dan penelitian. Namun, ia tetap semangat berkat dukungan teman-teman. "Saya selalu memanfaatkan waktu luang antara kuliah untuk penelitian agar mendekati hasil akhir saat seminar proposal," ujarnya.
Menyeimbangkan kehidupan akademik dan pribadi juga menjadi tantangan bagi Henra. Meski kadang kewalahan, ia percaya setiap pengorbanan akan membuahkan hasil. Henra belajar untuk mengelola emosi dan tetap termotivasi saat menghadapi kesulitan.
Sebelum berkuliah di UGM, Henra menyelesaikan studi S1 di Universitas Hasanuddin (Unhas). Saat memulai S2, ia langsung mengerjakan penelitian dengan topik “Aktivitas Senyawa Antifungi dan Antibiofilm Bacillus velezensis BP1 terhadap Candida albicans: In Vitro Bioassay, Metabolomic, In Silico Molecular Docking.”
Baca juga: UGM Wisuda 1.797 Lulusan, 4 Mahasiswa Raih IPK Tertinggi
Penelitian ini sangat relevan dengan minatnya di bidang bioteknologi, dan dukungan dari dosen pembimbing menjadi motivasi tambahan bagi Henra untuk melampaui targetnya.
Perjalanan Henra dalam menyelesaikan studi tidak mudah; ia seringkali menghadapi kelelahan akibat jadwal padat antara kuliah dan penelitian. Namun, ia tetap semangat berkat dukungan teman-teman. "Saya selalu memanfaatkan waktu luang antara kuliah untuk penelitian agar mendekati hasil akhir saat seminar proposal," ujarnya.
Menyeimbangkan kehidupan akademik dan pribadi juga menjadi tantangan bagi Henra. Meski kadang kewalahan, ia percaya setiap pengorbanan akan membuahkan hasil. Henra belajar untuk mengelola emosi dan tetap termotivasi saat menghadapi kesulitan.
Lihat Juga :