Lembaga Pendidikan Usia Dini Harus Tanamkan Karakter Disiplin dan Kemandirian Anak

Minggu, 27 Oktober 2024 - 07:50 WIB
loading...
Lembaga Pendidikan Usia...
Ketua Umum PP DMI, DR. H. M. Jusuf Kalla memberi sambutan di pelantikan pengurus baru BKTKI-DMI periode 2024-2029 di Jakarta, Jumat (25/10/2024). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Taman Kanak-Kanak Islam - Dewan Masjid Indonesia (BKTKI-DMI) melakukan pelantikan pengurus baru periode 2024-2029 pada Jumat, 25 Oktober 2024 di Gedung DMI, Matraman Raya, Jakarta Pusat.

Acara pelantikan ini mengusung tema "Kontribusi BKTKI DMI pada Program PAUD Berbasis Masjid untuk Indonesia Emas." Tema ini mencerminkan komitmen BKTKI DMI untuk berperan aktif dalam pengembangan PAUD berbasis masjid dan tanah air.

Pengurus PP BKTKI-DMI Periode 2024-2029 dilantik oleh Ketua Umum PP DMI, DR. H. M. Jusuf Kalla. Hadir dalam pelantikan Sekjen DMI, Imam Addaruqutni, Jimly Asshiddiqie, sebagai narasumber pengajian, Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin,, serta kurang lebih 100 orang pengurus dan anggota BKTKI dan DMI dari berbagai wilayah di Indonesia melalui virtual zoom.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla mengharapkan adanya pendidikan disiplin yang dilakukan sejak usia dini dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia di masa depan.

"Karakter anak harus dibentuk sejak awal bukan di akhir. Ini untuk masa depannya juga. Jadi jangan dimanjakan. Jangan semuanya diurus sama suster atau pembantu, “ ujar JK dalam keterangan resminya, Jumat (25/10/2024)

Baca juga: Cerita JK Pindah-pindah Kantor Dewan Masjid Indonesia

Wakil Presiden ke 10 dan 12 ini memberi contoh seperti Jepang. Di negeri samurai itu, pembentukan karakter dilakukan sejak dini. Seperti menghormati orang tua, menyeberang, membersihkan tempat tidur hingga hal-hal kecil lainnya.

Oleh karena itu, pendidikan usia dini (PAUD) bisa berkiblat ke negara-negara maju dan mempraktikkan ke anak-anak Indonesia. Bagi JK, karakter disiplin, kemandirian dan kerja keras akan memberi manfaat yang besar untuk kepribadian mereka di masa yang akan datang.

"Negara-negara maju itu pendidikannya penuh dengan disiplin. Sekali lagi itu yang harus dicontoh untuk membangun karakter masa depan mereka," ujar JK lagi.

Sementara menurut Jimly Asshiddiqie, pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran penting dalam membentuk fondasi perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan spiritual anak-anak di Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung pendidikan berbasis nilai-nilai Islam sejak dini, Badan Koordinasi Taman Kanak-Kanak Islam Indonesia (BKTKI) hadir sebagai lembaga yang berperan penting dalam mengkoordinasikan, mengembangkan, dan memperkuat jaringan Taman Kanak-Kanak Islam di seluruh Indonesia.

Jimly menuturkan, sejak didirikan BKTKI telah berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis masjid. BKTKI bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter Islam, akhlak mulia, serta keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama, meliputi:

1. Penguatan Nilai-Nilai Keislaman Sejak Dini

BKTKI berperan aktif dalam memberikan pendidikanberbasis masjid kepada anak-anak di masa-masa kritisperkembangan mereka. Pendidikan ini meliputi pengajaranmoral, etika, serta pemahaman dasar tentang ajaran agama Islam, yang menjadi pondasi penting bagi karakter anak di masa depan.

2. Koordinasi Lembaga PAUD Islam di Seluruh Indonesia.

Dengan adanya BKTKI, berbagai Taman Kanak-Kanak Islam berbasis masjid di Indonesia dapat berkolaborasilebih baik dalam menciptakan standar pendidikan yang seragam dan berkualitas tinggi. BKTKI juga menjadiplatform untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di antara pengajar dan pengelola lembaga pendidikan.

3. Peningkatan Kualitas Guru PAUD Berbasis masjid.

BKTKI berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi para pendidik melalui pelatihan dan seminar yang berkelanjutan. Guru-guru PAUD di bawah koordinasi BKTKI dibekali dengan kemampuan pedagogis yang baik serta pemahaman mendalam tentang ajaran Islam, sehingga mampu mendidik anak-anak dengan metode yang sesuai dengan perkembangan mereka.

4. Pembentukan Generasi Islami yang Berkarakter sejak usia dini.

Melalui kurikulum yang dirancang khusus dan lingkungan belajar yang kondusif, BKTKI membantu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial sesuai dengan ajaran Islam.

Dukungan Pemerintah dan Masyarakat


BKTKI mendapat dukungan penuh dari pemerintah, khususnya dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, dalam upaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan Islam di usia dini.

Selain itu, peran aktif masyarakat, terutama orang tua, sangat penting dalam mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh BKTKI. “Kami yakin bahwa dengan sinergi yang baik antara pemerintah, lembaga pendidikan, serta masyarakat, kita dapat membangun generasi emas yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat. Pendidikan anak usia dini berbasis masjid merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” ujar Ketua Umum BKTKI, Dr. Hj. Chandrawaty.

Menurut Chandrawaty, program kerja nasional BKTKI periode 2024-2029 akan berfokus pada penguatan pendidikan Islam sejak usia dini; maksimalisasi peran masjid dalam pendidikan TK islam; peningkatan kualitas tenaga pendidik dan sarana pendidikan; kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat dan stakeholder terkait; serta integrasi teknologi dalam pembelajaran.

Program-Program Unggulan BKTKI

1. Pelatihan dan Workshop Guru PAUD Islam

BKTKI secara rutin mengadakan pelatihan dan workshop untuk guru-guru PAUD agar selalu meningkatkan kualitas pengajaran dan pemahaman mereka tentang pendidikan Islam.

2. Pengembangan Kurikulum Islami

BKTKI bekerja sama dengan para ahli pendidikan untuk menyusun kurikulum yang tidak hanya sesuai dengan standar nasional, tetapi juga mengintegrasikan ajaran-ajaran Islam dalam kegiatan belajar mengajar.

3. Jaringan Kerja Sama Lembaga Pendidikan Islam

BKTKI berperan sebagai penghubung antara berbagai lembaga pendidikan Islam di seluruh Indonesia, bahkan di tingkat internasional, membangun jaringan kerja sama yang kuat untuk pertukaran informasi dan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

Melalui program-program yang dirumuskan, BKTKI DMI ingin mendorong semua pihak untuk berperan aktif dalam mendukung pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Islam, sehingga tercipta sinergi positif antara lembaga pendidikan, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun generasi mendatang yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas sebagai langkah untuk menyiapkan generasi emas yang siap menghadapi tantangan global dalam mewujudkan visi Indonesia maju 2045.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini yang berkualitas, BKTKI berharap dapat terus menjadi pelopor dalam pendidikan Islam di Indonesia.

Komitmen BKTKI dalam mendidik generasi mudayang Islami, berkarakter, dan berakhlak mulia akan menjadilandasan penting dalam membangun bangsa yang maju dan bermartabat (NH)

BKTKI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang berfokus di bidang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan telah berdiri sejak 1979. Sebagai organisasi otonom Dewan Masjid Indonesia (DMI), BKTKI memiliki perwakilan di 26 provinsi dan 260 kabupaten/kota.

Selama ini, BKTKI aktif dalam pembinaan lembaga PAUD berbasis masjid, termasuk Kelompok Bermain Islam, Taman Kanak-Kanak Islam, TPQ, dan Taman Penitipan Anak (TPA).
(wyn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
Trehaus School Dorong...
Trehaus School Dorong Pembelajaran Sosial-Emosional Anak Usia Dini
Siapkan Fondasi Koding...
Siapkan Fondasi Koding dan AI, Pelatihan Berpikir Komputasional Calon Pelatih PAUD Digelar
SEAMEO CECCEP Tegaskan...
SEAMEO CECCEP Tegaskan Penguatan Pengasuhan Holistik Integratif di Forum Regional 2025
Wajib Belajar 13 Tahun,...
Wajib Belajar 13 Tahun, Kemendikdasmen Tegaskan Pentingnya PAUD Usia 5–6 Tahun
CSR Perusahaan Ini Wujudkan...
CSR Perusahaan Ini Wujudkan Kepedulian Pendidikan dengan Renovasi PAUD di Lampung
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Rekomendasi
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Berita Terkini
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Kemendikdasmen Terapkan...
Kemendikdasmen Terapkan MPLS Ramah 2026, Murid Baru Disambut Tanpa Perpeloncoan
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved