Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sumpah Pemuda Tonggak Penting dalam Perjuangan Indonesia Meraih Kemerdekaan
Senin, 28 Oktober 2024 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
"Pada masa sekarang dan akan datang bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab bersama menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama di negeri sendiri dengan tetap melestarikan bahasa daerah dan terbuka terhadap bahasa asing sebagai konsekuensi pergaulan bangsa. Diperlukan kedisiplinan dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di forum resmi, dokumen resmi negara, lembaga pemerintah, media, karya ilmiah, karya seni, karya sastra dan sebagainya," ujarnya.
Mu'ti mengapresiasi segenap jajaran khususnya Badan Bahasa yang bekerja keras menjadikan Bahasa Indonesia diakui dalam Sidang Umum UNESCO.
"Berkat perjuangan insan-insan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah khususnya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa dan kementerian terkait, Bahasa Indonesia telah diakui bahasa resmi Sidang Umum UNESCO. Kita bangga dan bersyukur dengan pencapaian itu. Beberapa bangsa di dunia tidak memiliki kesempatan menggunakan bahasa sendiri, beberapa negara tidak memiliki bahasa nasional dan bangsa Indonesia mendapatkan berkah dari keragaman bahasa," ucapnya.
Mu'ti mengatakan, tantangan ke depan yakni meningkatkan kemahiran dalam berbahasa Indonesia. "Tantangan kita pada masa sekarang dan yang akan datang adalah bagaimana meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan tanpa meninggalkan khazanah budaya dan bahasa daerah serta karya penting dalam bahasa asing," ujarnya.
Mu'ti mengapresiasi segenap jajaran khususnya Badan Bahasa yang bekerja keras menjadikan Bahasa Indonesia diakui dalam Sidang Umum UNESCO.
"Berkat perjuangan insan-insan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah khususnya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa dan kementerian terkait, Bahasa Indonesia telah diakui bahasa resmi Sidang Umum UNESCO. Kita bangga dan bersyukur dengan pencapaian itu. Beberapa bangsa di dunia tidak memiliki kesempatan menggunakan bahasa sendiri, beberapa negara tidak memiliki bahasa nasional dan bangsa Indonesia mendapatkan berkah dari keragaman bahasa," ucapnya.
Mu'ti mengatakan, tantangan ke depan yakni meningkatkan kemahiran dalam berbahasa Indonesia. "Tantangan kita pada masa sekarang dan yang akan datang adalah bagaimana meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan tanpa meninggalkan khazanah budaya dan bahasa daerah serta karya penting dalam bahasa asing," ujarnya.
(zik)
Lihat Juga :