Wiluyo Kusdwiharto Ingin IKA ITS Terdepan Beri Solusi Tantangan Bangsa

Selasa, 05 November 2024 - 19:30 WIB
loading...
Wiluyo Kusdwiharto Ingin...
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Sepuluh Nopember (PP IKA ITS) Wiluyo Kusdwiharto dalam pidato sambutan pelantkan PP IKA ITS periode 2024-2028, Sabtu (2/11/2024) lalu. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Sepuluh Nopember (PP IKA ITS ) Wiluyo Kusdwiharto mengingatkan bahwa tantangan bangsa ke depan semakin kompleks. Untuk itu, dia mengajak seluruh alumni ITS untuk berada di barisan terdepan memberikan solusi.

Wiluyo mengatakan, pidato kenegaraan pertama Presiden Prabowo Subianto sangat lugas menyinggung kebutuhan energi di dalam negeri. Pemerintahannya akan fokus pada swasembada energi, pangan, dan hilirisasi komoditas untuk meningkatkan nilai tambah bagi ekonomi nasional.

Tujuan dari semua itu tidak lain supaya Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada impor. Indonesia harus bersiap kemungkinan paling buruk, yaitu ketika ketegangan geopolitik meningkat dan memungkinkan terjadi perang di mana- mana.

"Oleh karena itu, kita yang pernah menjadi bagian dari sivitas akademik dan terus menjadi bagian dari pendidikan tinggi, harus menjadi garda terdepan sebagai bagian dari solusi permasalahan bangsa," kata Wiluyo dalam pidato sambutan pelantkan PP IKA ITS periode 2024-2028, Sabtu (2/11/2024) lalu.

Wiluyo menyadari ada sejumlah hal yang perlu dibenahi secara internal. Namun mengatakan akan terus mendorong agar IKA ITS menjadi wadah yang mampu berperan aktif untuk kemajuan ITS.

"Kita juga harus terus menggugah kesadaran dan kerelaan alumni ITS untuk terus berkontribusi terhadap kampus agar kampus kita dapat meningkatkan kontribusinya secara nasional," ujar Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) ini.

Secara khusus, Wiluyo menyinggung perlunya membuat basis data alumni yang kuat dengan pemanfaatan MIDA, sebuah aplikasi yang dikembangkan alumni ITS sendiri. "Kita harus mampu mengumpulkan tulang-tulang yang berserakan," tutur Wiluyo.

Selain pengurus, dalam acara yang juga dihadiri Senat IKA ITS tersebut, dikukuhkan pula Dewan Penasihat PP IKA ITS yang diketuai Ridwan Hisjam dan Dewan Pakar IKA ITS yang diketuai Agus Muhammad Hatta.

Wakil Ketua Senat IKA ITS Gatot Kustiyaji menekankan bahwa sudah menjadi tugas alumni ITS untuk turut membantu program-program pemerintah. Menurut dia, fokus program yang disampaikan Presiden Prabowo seperti pangan dan energi, merupakan bidang yang dikuasai ITS. "PP IKA ITS harus membantu untuk wujudkan fokus presiden tersebut," kata Gatot dalam sambutannya.

Ketua Dewan Pakar PP IKA ITS Agus Muhammad Hatta menjanjikan akan membuat konsep dari hasil pemikiran para pakar ITS mengenai isu-isu yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo.

"Kita tahu bahwa ada lima hal yang menjadi fokus pemerintah yaitu swasembada energi, swasembada pangan, ketahanan air, hilirisasi atau peningkatan nilai tambah, dan subsidi tepat sasaran," ujar Wakil Rektor ITS itu.

Sementara Ketua Dewan Penasihat PP IKA ITS Ridwan Hisjam mengatakan telah mengingatkan bahwa jumlah kabinet yang besar tidak menjamin berjalannya program pemerintah. Karena itu, PP IKA ITS perlu memberikan dukungan agar program-program pemerintah bisa terlaksana dengan baik.

"Saya sudah bilang juga secara terbuka, kita punya pengalaman kabinet 100 menteri. Tapi biar banyak ternyata usia kabinet itu bahkan tidak sampai 100 hari. Makanya di situlah peran IKA ITS untuk membantu," kata politikus Golkar itu.

Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan langsung dengan rapat kerja penyusunan program kerja 2025.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Profil Pendidikan Dino...
Profil Pendidikan Dino Patti Djalal, Mantan Wamenlu dan Dubes yang Saat Ini Jadi Sorotan
P2G Soroti Dampak Instruksi...
P2G Soroti Dampak Instruksi Penerapan Bahasa Prancis di Sekolah, Khawatir Bebani Siswa
Presiden Prabowo Instruksikan...
Presiden Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis, DPR: Ada Tidak Sumber Dayanya?
Sejarah Hari Buruh 1...
Sejarah Hari Buruh 1 Mei: Awal May Day hingga Resmi Jadi Libur Nasional di Indonesia
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Rekomendasi
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Berita Terkini
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Infografis
3 Penyebab Para Jenderal...
3 Penyebab Para Jenderal Israel Sudah Tak Ingin Serang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved