Hari Pahlawan 2024, Ini 3 Pahlawan Nasional Indonesia yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Sabtu, 09 November 2024 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pertemuan-pertemuan yang berlangsung seusai peristiwa tersebut, Leimena dianggap telah memberikan nasihat yang mencegah pecahnya perang saudara kepada Soekarno. Ia juga menyaksikan penandatanganan Supersemar pada 1966.
Leimena meninggal di Jakarta pada tanggal 29 Maret 1977. Pada tahun 2010, 33 tahun setelah wafat, Leimena dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Jika mendengar pahlawan asal Aceh, mungkin yang terbayang adalah Cut Nyak Dien atau Teuku Umar. Karena itulah banyak yang kungan mengenal siapa sebenarnya Malahayati atau yang memiliki nama lengkap Keumalahayati.
Malahayati adalah perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Wanita kelahiran 1 Januari 1550 tersebut masih memiliki darah keturunan dari pendiri Kerajaan Aceh Darussalam.
![Hari Pahlawan 2024, Ini 3 Pahlawan Nasional Indonesia yang Jarang Diketahui Banyak Orang]()
Foto/indonesiabaik.id
Ketika Malahayati menduduki posisi Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV pada 1585–1604, dia memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal.
Dari situ, dirinya mendapat gelar Laksamana sehingga membuatnya lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati. Ketika meninggal dunia pada 30 Juni 1615, jasad Malahayati dikebumikan di bukit Krueng Raya, Lamreh, Aceh Besar.
Laksamana Malahayati mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 6 November 2017 oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/TK/Tahun 2017. Tidak hanya itu, hari lahirnya pun dijadikan hari perayaan dunia internasional atas pengajuan Pemerintah Indonesia di forum UNESCO pada 2023 di Perancis.
Leimena meninggal di Jakarta pada tanggal 29 Maret 1977. Pada tahun 2010, 33 tahun setelah wafat, Leimena dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
3. Malahayati
Jika mendengar pahlawan asal Aceh, mungkin yang terbayang adalah Cut Nyak Dien atau Teuku Umar. Karena itulah banyak yang kungan mengenal siapa sebenarnya Malahayati atau yang memiliki nama lengkap Keumalahayati.
Malahayati adalah perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Wanita kelahiran 1 Januari 1550 tersebut masih memiliki darah keturunan dari pendiri Kerajaan Aceh Darussalam.

Foto/indonesiabaik.id
Ketika Malahayati menduduki posisi Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV pada 1585–1604, dia memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal.
Dari situ, dirinya mendapat gelar Laksamana sehingga membuatnya lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati. Ketika meninggal dunia pada 30 Juni 1615, jasad Malahayati dikebumikan di bukit Krueng Raya, Lamreh, Aceh Besar.
Laksamana Malahayati mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 6 November 2017 oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/TK/Tahun 2017. Tidak hanya itu, hari lahirnya pun dijadikan hari perayaan dunia internasional atas pengajuan Pemerintah Indonesia di forum UNESCO pada 2023 di Perancis.
(nnz)
Lihat Juga :