PB PGRI Sebut Masalah Kesejahteraan Guru Ada di Proses Sertifikasi
Selasa, 03 Desember 2024 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Unifah mengatakan, letak masalah kesejahteraan guru itu yang belum merata itu karena banyaknya guru yang belum disertifikasi. Dia menyebut, ada aturan yang mempersulit sertifikasi guru sehingga memakan Waktu lama dan berbelit-belit.
"Saat ini baru 60 % jumlah guru yang disertifikasi. Persentase ini meningkat setelah tahun 2024 ada jumlah guru yang cukup signifikan mengikuti PPG Piloting. Sebelumnya jumlah guru yang disertifikasi kurang dari 50 %," ujarnya.
"Sekali lagi tugas kita mengawal penyelesaian sertifikasi guru dalam jabatan sehingga kesejahteraan merata," tegas Guru Besar UNJ tersebut.
Unifah menuturkan, pihaknya berterima kasih kepada pemerintah yang menaikkan TPG guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Namun, ujarnya, yang lebih Utama adalah prses impassing atau penyetaraan golongan guru non-ASN dengan ASN yang harus diperhatikan pemerintah.
"Dengan demikian kenaikan TPG non-ASN tidak berhenti pada Rp2 juta saja tetapi kenaikan 100% gaji pokok sama dengan ASN bagi guru non-ASN paska impassing," pungkasnya.
"Saat ini baru 60 % jumlah guru yang disertifikasi. Persentase ini meningkat setelah tahun 2024 ada jumlah guru yang cukup signifikan mengikuti PPG Piloting. Sebelumnya jumlah guru yang disertifikasi kurang dari 50 %," ujarnya.
"Sekali lagi tugas kita mengawal penyelesaian sertifikasi guru dalam jabatan sehingga kesejahteraan merata," tegas Guru Besar UNJ tersebut.
Unifah menuturkan, pihaknya berterima kasih kepada pemerintah yang menaikkan TPG guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Namun, ujarnya, yang lebih Utama adalah prses impassing atau penyetaraan golongan guru non-ASN dengan ASN yang harus diperhatikan pemerintah.
"Dengan demikian kenaikan TPG non-ASN tidak berhenti pada Rp2 juta saja tetapi kenaikan 100% gaji pokok sama dengan ASN bagi guru non-ASN paska impassing," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :