Undang Peneliti Lintas Disiplin Ilmu, Ukrida Gelar Konferensi ICSHSS dan ICSTHE
Rabu, 11 Desember 2024 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
“The conference aims to foster the exchange of insights and findings on pressing global issues and innovative research practices, promoting collaboration across disciplines,” ungkap Rektor UKRIDA Prof. Dr.-Ing. Ir. Herman Parung, melalui siaran pers, Rabu (11/12/2024).
Ia menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan ruang kolaborasi multidisiplin ilmu untuk memperoleh solusi dari berbagai isu-isu global.
ICSHSS dan ICSTHE 2024 menghadirkan deretan pembicara terbaik seperti Prof. Bryon J. Good, Ph.D. dari Harvard University, USA; Dr. Ahmad Agus Setiawan dari Kantor Staf Presiden RI; Prof. Dr.-Ing. Chi-Chia Sun dari National Taipei University, Taiwan.
Selanjutnya ada Assoc. Prof. Omer Faruk Rencber dari Gaziantep University, Turkiye; Dr. Manash Pratim Pathak dari Assam down town University, India, Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., M.A., Indonesia; Dr. Roberta Borgen (Neault), CCC, CCPD, GCDFi, Kamboja, serta para peneliti dan dosen lainnya dengan pendekatan komprehensif.
Byron Good, B.D., Ph.D., Professor of Medical Anthropology, Harvard University, USA dalam pembahasannya mengenai Decolonizing’ Academic and Clinical Practices in Culturally Diverse Indonesia menyatakan bahwa Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) bukanlah sekadar program atau kebijakan, melainkan komitmen etis untuk terus-menerus menelisik ketidakadilan struktural, menghargai keragaman, dan menciptakan ruang untuk setiap individu dapat mengembangkan potensi penuhnya tanpa dibatasi oleh sekat-sekat sosial, budaya, atau ekonomi.
Ia juga menekankan pentingnya memahami konteks budaya, sejarah, dan sosial dalam mewujudkan kesetaraan di Indonesia. Prof. Byron mengungkap pengamatannya di Harvard, yaitu fenomena kesenjangan kemampuan belajar yang kompleks pada mahasiswa Kedokteran yang memiliki latar belakang heterogen.
Ia menegaskan, “Talent is ubiquitous, but opportunity is not.” Pernyataan ini mengajak para akademisi untuk melihat keberagaman sebagai kekuatan, bukan sekadar tantangan.
Ia menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan ruang kolaborasi multidisiplin ilmu untuk memperoleh solusi dari berbagai isu-isu global.
ICSHSS dan ICSTHE 2024 menghadirkan deretan pembicara terbaik seperti Prof. Bryon J. Good, Ph.D. dari Harvard University, USA; Dr. Ahmad Agus Setiawan dari Kantor Staf Presiden RI; Prof. Dr.-Ing. Chi-Chia Sun dari National Taipei University, Taiwan.
Selanjutnya ada Assoc. Prof. Omer Faruk Rencber dari Gaziantep University, Turkiye; Dr. Manash Pratim Pathak dari Assam down town University, India, Prof. Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., M.A., Indonesia; Dr. Roberta Borgen (Neault), CCC, CCPD, GCDFi, Kamboja, serta para peneliti dan dosen lainnya dengan pendekatan komprehensif.
Byron Good, B.D., Ph.D., Professor of Medical Anthropology, Harvard University, USA dalam pembahasannya mengenai Decolonizing’ Academic and Clinical Practices in Culturally Diverse Indonesia menyatakan bahwa Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) bukanlah sekadar program atau kebijakan, melainkan komitmen etis untuk terus-menerus menelisik ketidakadilan struktural, menghargai keragaman, dan menciptakan ruang untuk setiap individu dapat mengembangkan potensi penuhnya tanpa dibatasi oleh sekat-sekat sosial, budaya, atau ekonomi.
Ia juga menekankan pentingnya memahami konteks budaya, sejarah, dan sosial dalam mewujudkan kesetaraan di Indonesia. Prof. Byron mengungkap pengamatannya di Harvard, yaitu fenomena kesenjangan kemampuan belajar yang kompleks pada mahasiswa Kedokteran yang memiliki latar belakang heterogen.
Ia menegaskan, “Talent is ubiquitous, but opportunity is not.” Pernyataan ini mengajak para akademisi untuk melihat keberagaman sebagai kekuatan, bukan sekadar tantangan.
Lihat Juga :