Festival FTIK UKRIDA Sorot Tantangan Ketenagakerjaan di Industri 5.0
Jum'at, 24 Januari 2025 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
"Adopsi teknologi ini menciptakan kebutuhan baru akan keterampilan, dan kita harus mempersiapkan tenaga kerja untuk dapat beradaptasi dengan perubahan ini," tambahnya.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Prof. Anwar menjelaskan tentang dominasi angkatan kerja Generasi Y dan Z. Generasi ini dikenal lebih adaptif terhadap teknologi dan perubahan, tetapi mereka juga menghadapi tantangan tersendiri.
"Mereka memiliki kemampuan digital yang lebih baik, tetapi seringkali kurang dalam keterampilan interpersonal dan soft skills yang diperlukan di tempat kerja," ujarnya. Oleh karena itu, penting bagi pendidikan tinggi untuk mengintegrasikan pengembangan soft skills dalam kurikulum mereka.
Lebih lanjut, Prof. Anwar juga membagikan peran Kementerian Ketenagakerjaan dalam menyediakan pengembangan Ekosistem Digital Ketenagakerjaan kepada para mahasiswa yang hadir. Kemenaker berupaya menciptakan platform digital yang dapat membantu menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan, serta menyediakan pelatihan dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Narasumber selanjutnya, mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah III Tri Munanto, menjelaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Ia menyatakan bahwa mahasiswa yang melakukan pembelajaran di luar kampus, seperti magang di berbagai perusahaan dan pertukaran pelajar, memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang hanya belajar di dalam kampus.
Munanto menekankan bahwa soft skills sangat penting dalam dunia kerja saat ini. "Mahasiswa yang memiliki soft skills yang baik, seperti kemampuan komunikasi, kerjasama tim, dan pemecahan masalah, akan lebih mudah beradaptasi dan sukses di lingkungan kerja," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap UKRIDA sebagai salah satu mitra penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di LLDIKTI wilayah III. "Kami tidak bekerja sendirian, kami sangat terbantu oleh perguruan tinggi, salah satunya UKRIDA, yang telah menjadi mitra yang selama beberapa tahun terakhir, UKRIDA banyak membantu kami, khususnya dalam aspek pembelajaran dan kemahasiswaan," ungkapnya.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Prof. Anwar menjelaskan tentang dominasi angkatan kerja Generasi Y dan Z. Generasi ini dikenal lebih adaptif terhadap teknologi dan perubahan, tetapi mereka juga menghadapi tantangan tersendiri.
"Mereka memiliki kemampuan digital yang lebih baik, tetapi seringkali kurang dalam keterampilan interpersonal dan soft skills yang diperlukan di tempat kerja," ujarnya. Oleh karena itu, penting bagi pendidikan tinggi untuk mengintegrasikan pengembangan soft skills dalam kurikulum mereka.
Lebih lanjut, Prof. Anwar juga membagikan peran Kementerian Ketenagakerjaan dalam menyediakan pengembangan Ekosistem Digital Ketenagakerjaan kepada para mahasiswa yang hadir. Kemenaker berupaya menciptakan platform digital yang dapat membantu menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan, serta menyediakan pelatihan dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Narasumber selanjutnya, mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah III Tri Munanto, menjelaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Ia menyatakan bahwa mahasiswa yang melakukan pembelajaran di luar kampus, seperti magang di berbagai perusahaan dan pertukaran pelajar, memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang hanya belajar di dalam kampus.
Munanto menekankan bahwa soft skills sangat penting dalam dunia kerja saat ini. "Mahasiswa yang memiliki soft skills yang baik, seperti kemampuan komunikasi, kerjasama tim, dan pemecahan masalah, akan lebih mudah beradaptasi dan sukses di lingkungan kerja," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap UKRIDA sebagai salah satu mitra penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di LLDIKTI wilayah III. "Kami tidak bekerja sendirian, kami sangat terbantu oleh perguruan tinggi, salah satunya UKRIDA, yang telah menjadi mitra yang selama beberapa tahun terakhir, UKRIDA banyak membantu kami, khususnya dalam aspek pembelajaran dan kemahasiswaan," ungkapnya.
Lihat Juga :