Cerita Qowiyul Amin, Mahasiswa UGM Raih Gelar S2 dalam 1 Tahun dengan IPK 4

Minggu, 26 Januari 2025 - 08:52 WIB
loading...
Cerita Qowiyul Amin,...
Muhammad Qowiyul Amin menjadi salah satu dari 841 mahasiswa Program Pascasarjana UGM TA 2024/2025 yang resmi diwisuda pada Kamis (23/1/2025). Foto/UGM.
A A A
JAKARTA - Muhammad Qowiyul Amin menjadi salah satu dari 841 mahasiswa UGM Program Pascasarjana Tahun Akademik 2024/2025 yang resmi diwisuda pada Kamis (23/1/2025), di Grha Sabha Pramana. Ia juga salah satu dari tujuh lulusan magister yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna atau 4,00.

Qowi, demikian ia akrab dipanggil, merupakan wisudawan Prodi Magister Manajemen Farmasi, Fakultas Farmasi UGM. Tidak hanya menjadi mahasiswa peraih IPK sempurna, Qowi juga berhasil menempuh program magister hanya dalam waktu 1 tahun 2 bulan atau lebih cepat daripada rata-rata mahasiswa magister lainnya yang butuh waktu 2 tahun 2 bulan untuk menyelesaikan masa studi.

Baca juga: Jadi Wisudawan S2 Termuda dan Tercepat UGM, Ini Sosok Aldino Javier

Menurutnya, tidak ada rahasia atau tips khusus untuk menyelesaikan masa studi dengan cepat dan sempurna. “Aku sendiri tidak punya cara tertentu untuk mengatur waktu, tetapi ketika ada tugas yang diberikan dari dosen, sebisa mungkin segera dikerjakan dan memberikan yang terbaik sebisa mungkin,” katanya, dilansir dari laman UGM, Minggu (26/1/2025).

Menurutnya, hal yang perlu disiapkan justru ada di awal perkuliahan, yaitu harus mulai menetapkan target-target capaian yang ingin dilakukan agar bisa melakukan estimasi waktu kelulusan.

Laki-laki asal Semarang, Jawa Tengah ini juga dulunya merupakan mahasiswa S-1 UGM di jurusan Farmasi. Impiannya untuk berkuliah di UGM telah jauh dimulai sejak ia kecil. Ketertarikannya pada prodi yang ia tekuni tersebut muncul sebab Qowi ingin lebih lanjut mempelajari farmasi sosial dan manajemen, yang mana UGM menjadi pionir di bidang tersebut.

Kuliah di UGM sendiri memberikan banyak pelajaran bagi Qowi, misalnya mampu mengenalkannya pada banyak mahasiswa dari berbagai penjuru indonesia dan memperluas jejaring. “Saya juga bisa kenal dengan dosen-dosen pengampu yang sangat mumpuni di bidangnya dan tentunya sumber daya serta fasilitas yang amat memadai,” tambahnya.

Selama kuliah Qowi dapat memaksimalkan fasilitas yang disediakan dengan berhasil mempublikasikan artikel jurnal di Scopus dan sampai ikut konferensi di Thailand. Qowi menuturkan bahwa ia diajak salah satu dosen untuk mengikuti konferensi tersebut. Pengalaman tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan baginya sebab dapat menambah wawasan terkait penelitian di kancah global serta dapat teman-teman yang selalu produktif.

Kisah Qowi ini juga bukannya tanpa lika-liku. Menurutnya, masa awal perkuliahan dilalui dengan berat ketika harus catch-up dengan tugas-tugas yang diberikan sekaligus harus mempunyai satu publikasi yang accepted. “Disisi lain aku juga harus nyiapin topik penelitian yang linear antara tesis dengan disertasi,” imbuhnya.

Semua itu berhasil dilewati Qowi dengan baik. Kini ia sedang melanjutkan fokusnya pada studi doktoral yang telah ia tempuh selama dua semester sebagai bagian dari program fast track. Ia berharap agar dapat lulus tepat waktu, punya publikasi, dan tahapan risetnya dilancarkan.

Untuk itu, Qowi berbagi pesan kepada teman-teman mahasiswa yang ingin mendapatkan IPK sempurna untuk mempersiapkannya dari awal perkuliahan.

“Pas awal-awal dosen menjelaskan mata kuliah harus tahu komponen penilaiannya sehingga dapat memperkirakan caranya dapat nilai A harus bagaimana, kemudian aktif di kelas dan banyak-banyak berdiskusi,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Rekomendasi
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Berita Terkini
CIMB Niaga Gelar Sustainability...
CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Infografis
4 Fakta AS Melemahkan...
4 Fakta AS Melemahkan NATO, Salah Satunya Mesra dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved