Hasil Swab 3.082 Guru Keluar, 393 Orang Positif COVID-19
Rabu, 02 September 2020 - 18:55 WIB
loading...
Test swab yang dilakukan pada paa guru terus dilakukan secara masif untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Sektor pendidikan masih menjadi sektor rentan penularan COVID-19. Tercatat, sampai hari ini ada 393 guru di tingkat SD dan SMP yang dinyatakan positif COVID-19.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, ratusan tenaga pendidik yang positif COVID-19 itu diketahui setelah tes swab massal kepada para guru SD dan SMP di Kota Pahlawan. Selanjutnya, tes swab akan terus dilakukan untuk mendeteksi penyebaran COVID-19. (Baca juga: Kemendikbud: 210 Seniman akan Mengajar Siswa di 16 Kabupaten )
“Tes swab untuk para guru ini terus kami lakukan. Meskipun banyak guru ditemukan positif, tapi tren kesembuhan di Surabaya juga sangat banyak, yang sembuh itu lebih besar daripada yang sakit,” kata Risma, Rabu (2/9/2020).
Ia melanjutkan, saat ini terus dilakukan adalah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan mengobati yang sakit. Pihaknya tidak terlalu mengurusi mutasi virusnya. “Fokus saya ya memutus mata rantai penyebarannya, dan mengobati yang sudah sakit,” ucapnya.
Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, hingga saat ini total sudah ada 3.882 guru yang sudah melaksanakan tes swab massal gratis dari pemkot. Dari keseluruhan tersebut, baru 3.082 spesimen yang sudah keluar hasilnya melalui uji PCR Labkesda Surabaya. (Baca juga: Bantuan Kuota, PGRI: Pemerintah Jangan Lupakan Guru Honorer dan Swasta )
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, ratusan tenaga pendidik yang positif COVID-19 itu diketahui setelah tes swab massal kepada para guru SD dan SMP di Kota Pahlawan. Selanjutnya, tes swab akan terus dilakukan untuk mendeteksi penyebaran COVID-19. (Baca juga: Kemendikbud: 210 Seniman akan Mengajar Siswa di 16 Kabupaten )
“Tes swab untuk para guru ini terus kami lakukan. Meskipun banyak guru ditemukan positif, tapi tren kesembuhan di Surabaya juga sangat banyak, yang sembuh itu lebih besar daripada yang sakit,” kata Risma, Rabu (2/9/2020).
Ia melanjutkan, saat ini terus dilakukan adalah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan mengobati yang sakit. Pihaknya tidak terlalu mengurusi mutasi virusnya. “Fokus saya ya memutus mata rantai penyebarannya, dan mengobati yang sudah sakit,” ucapnya.
Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, hingga saat ini total sudah ada 3.882 guru yang sudah melaksanakan tes swab massal gratis dari pemkot. Dari keseluruhan tersebut, baru 3.082 spesimen yang sudah keluar hasilnya melalui uji PCR Labkesda Surabaya. (Baca juga: Bantuan Kuota, PGRI: Pemerintah Jangan Lupakan Guru Honorer dan Swasta )
Lihat Juga :