Dies Natalis ke-58 UKRIDA Perkuat Kolaborasi Kampus, Industri, dan Pemerintah
Jum'at, 31 Januari 2025 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Dalam seminar ini, Prof. Anwar memaparkan persoalan mismatch kompetensi lulusan, “Saat ini mayoritas angkatan kerja masih didominasi oleh lulusan SMP ke bawah, dan banyak yang bekerja di sektor informal. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah mismatch atau ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki oleh lulusan dan kebutuhan industri," ujarnya.
Selain itu, Tri Munanto dari LLDIKTI Wilayah III menekankan pentingnya kolaborasi kampus-industri, “Magang dan program praktik menjadi kunci meningkatkan relevansi kurikulum.”
Sementara itu, Oki Widjaja, Direktur Utama PT Galva Technologies dan Ketua Umum Pengurus Yayasan BPTK Krida Wacana, menambahkan, “Industri membutuhkan karyawan yang berpikir kritis dan berkomitmen pada lifelong learning.” Seminar ini juga diramaikan dengan pameran inovasi mahasiswa FTIK, termasuk robotik dan solusi IoT (internet of things) untuk efisiensi industri.
Di sisi lain, Fakultas Psikologi (FPsi) mengangkat isu cyberpsychology melalui Talkshow “Beyond The Screen”. Dalam acara ini, Dr. Yasinta Astin Sokang, psikolog klinis sekaligus Dosen UKRIDA, mengingatkan pentingnya keseimbangan: “Teknologi bisa mengikis kesehatan mental jika kita kehilangan batas antara dunia maya dan nyata.”
Sementara FPSI mengupas fenomena psikologis di era digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH) mengambil pendekatan berbeda dengan menghadirkan Linguafest 2025 dengan tema “Voices of Change”. FISH mengajak generasi muda mengekspresikan suara perubahan melalui gelar wicara (talk show), kompetisi Bahasa Inggris, dan pameran hasil karya mahasiswa.
FISH juga menyelenggarakan kompetisi pidato dan puisi yang melibatkan 47 sekolah di Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, pameran Graphic Memoir karya mahasiswa juga menyoroti narasi kesehatan mental dan keberlanjutan.
Masih dalam rangkaian perayaan pekan Dies Natalis ke ke-58, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) juga turut menggelar Open House bertema “Current Trends in Anti-Aging Strategies”.
Selain itu, Tri Munanto dari LLDIKTI Wilayah III menekankan pentingnya kolaborasi kampus-industri, “Magang dan program praktik menjadi kunci meningkatkan relevansi kurikulum.”
Sementara itu, Oki Widjaja, Direktur Utama PT Galva Technologies dan Ketua Umum Pengurus Yayasan BPTK Krida Wacana, menambahkan, “Industri membutuhkan karyawan yang berpikir kritis dan berkomitmen pada lifelong learning.” Seminar ini juga diramaikan dengan pameran inovasi mahasiswa FTIK, termasuk robotik dan solusi IoT (internet of things) untuk efisiensi industri.
Di sisi lain, Fakultas Psikologi (FPsi) mengangkat isu cyberpsychology melalui Talkshow “Beyond The Screen”. Dalam acara ini, Dr. Yasinta Astin Sokang, psikolog klinis sekaligus Dosen UKRIDA, mengingatkan pentingnya keseimbangan: “Teknologi bisa mengikis kesehatan mental jika kita kehilangan batas antara dunia maya dan nyata.”
Sementara FPSI mengupas fenomena psikologis di era digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH) mengambil pendekatan berbeda dengan menghadirkan Linguafest 2025 dengan tema “Voices of Change”. FISH mengajak generasi muda mengekspresikan suara perubahan melalui gelar wicara (talk show), kompetisi Bahasa Inggris, dan pameran hasil karya mahasiswa.
FISH juga menyelenggarakan kompetisi pidato dan puisi yang melibatkan 47 sekolah di Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, pameran Graphic Memoir karya mahasiswa juga menyoroti narasi kesehatan mental dan keberlanjutan.
Masih dalam rangkaian perayaan pekan Dies Natalis ke ke-58, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) juga turut menggelar Open House bertema “Current Trends in Anti-Aging Strategies”.
(nnz)
Lihat Juga :