Bantuan Operasional PTN Kena Efisiensi, Mendikti: Uang Kuliah Bisa Naik
Rabu, 12 Februari 2025 - 20:09 WIB
loading...
Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan kekhawatirannya akan naiknya uang kuliah tunggal (UKT) tahun ini. Foto/Kemendikti Saintek.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan kekhawatirannya akan naiknya uang kuliah tunggal (UKT) tahun ini. Hal ini karena alokasi anggaran untuk Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Nasional (BOPTN) turut terkena efisiensi sebesar 50 persen.
Satryo menyampaikan, anggaran BOPTN terkena efisiensi sebesar Rp3 triliun dari semula Rp6 triliun.
"BOPTN, pagunya Rp6,018 triliun, itu dikenakan efisiensi dan anggaran 50%," kata Satryo saat raker bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025).
Baca juga: 5 Jurusan dengan UKT Tertinggi di UGM untuk S1 Tahun Ajaran 2024/2025
Kendati demikian, Satryo mengusulkan agar alokasi anggaran itu tidak terkena efisiensi. Pasalnya, kata dia, PTN berpotensi menaikkan uang kuliah bila anggaran BOPTN terkena pemangkasan.
Satryo menyampaikan, anggaran BOPTN terkena efisiensi sebesar Rp3 triliun dari semula Rp6 triliun.
"BOPTN, pagunya Rp6,018 triliun, itu dikenakan efisiensi dan anggaran 50%," kata Satryo saat raker bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025).
Baca juga: 5 Jurusan dengan UKT Tertinggi di UGM untuk S1 Tahun Ajaran 2024/2025
Kendati demikian, Satryo mengusulkan agar alokasi anggaran itu tidak terkena efisiensi. Pasalnya, kata dia, PTN berpotensi menaikkan uang kuliah bila anggaran BOPTN terkena pemangkasan.
Lihat Juga :