Kunjungi Darunnajah, Menag Serahkan SK Laznas untuk Pemberdayaan Umat
Senin, 17 Maret 2025 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad Kunjungi Ponpes Darunnajah
KH. Sofwan juga menyampaikan bahwa Universitas Darunnajah memiliki wakaf sebesar 998,2 hektar, yang dimanfaatkan untuk pendidikan dan kegiatan sosial.
Selain itu, Darunnajah juga telah mengajukan izin nasional untuk mendirikan Laznas Darunnajah. Diharapkan, Laznas ini bisa memperluas kontribusi Darunnajah dalam pemberdayaan zakat dan pengembangan umat.
Dalam pidatonya, Prof. Nasaruddin Umar mengajak semua pihak untuk mengabdikan diri di jalan Allah. Menurutnya, orang yang mengorbankan ego dan kepentingan pribadi akan tetap hidup melalui karya dan amal mereka.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali ilmu ladunni, yaitu ilmu yang diperoleh melalui komunikasi dengan para ulama terdahulu.
Prof. Nasaruddin juga bercerita tentang ilmuwan Muslim besar seperti Jabir bin Hayyan, Alkhawarismi, dan Abu Bakar ar-Razi. Mereka menemukan banyak penemuan besar meskipun tidak memiliki fasilitas modern. Menurut Prof. Nasaruddin, ilmu mereka datang bukan hanya dari akal, tetapi juga dari ibadah dan doa yang tulus.
KH. Sofwan juga menyampaikan bahwa Universitas Darunnajah memiliki wakaf sebesar 998,2 hektar, yang dimanfaatkan untuk pendidikan dan kegiatan sosial.
Selain itu, Darunnajah juga telah mengajukan izin nasional untuk mendirikan Laznas Darunnajah. Diharapkan, Laznas ini bisa memperluas kontribusi Darunnajah dalam pemberdayaan zakat dan pengembangan umat.
Dalam pidatonya, Prof. Nasaruddin Umar mengajak semua pihak untuk mengabdikan diri di jalan Allah. Menurutnya, orang yang mengorbankan ego dan kepentingan pribadi akan tetap hidup melalui karya dan amal mereka.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali ilmu ladunni, yaitu ilmu yang diperoleh melalui komunikasi dengan para ulama terdahulu.
Prof. Nasaruddin juga bercerita tentang ilmuwan Muslim besar seperti Jabir bin Hayyan, Alkhawarismi, dan Abu Bakar ar-Razi. Mereka menemukan banyak penemuan besar meskipun tidak memiliki fasilitas modern. Menurut Prof. Nasaruddin, ilmu mereka datang bukan hanya dari akal, tetapi juga dari ibadah dan doa yang tulus.
Lihat Juga :