Forum Alumni Telkom University Dukung Asta Cita Pendidikan Tinggi
Jum'at, 21 Maret 2025 - 18:51 WIB
loading...
A
A
A
Mengusung tema 'Sinergitas Alumni Dalam Mendukung Astacita di Lingkup Pendidikan Tinggi', FAST Kampus Ramadan tahun ini berfokus kontribusi nyata bagi masyarakat serta peningkatan daya saing lulusan Universitas Telkom di tingkat global.
Sejak 10 Maret 2025, berbagai kegiatan telah diselenggarakan dalam rangkaian FAST Kampus Ramadan, termasuk Festival Takjil, Islamic Performance, Talk Show Entrepreneurship, Talk Show Mental Health, serta puncak acara berbagi kebahagiaan dengan 200 anak yatim piatu. Puncaknya, diisi dengan diskusi strategis serta penyaluran donasi dan bantuan bagi masyarakat sekitar kampus.
Sebagai bagian kontribusi nyata, FAST menyalurkan bantuan 1000 Paket untuk Anak Yatim Dhuafa Rp200 juta, Endowment Fund Rp 100 juta, Bantuan Masjid Syamsul Ulum Rp100 juta, Belanja Bareng 200 Anak Yatim Rp50 juta. Ada juga Bantuan Pendidikan anak Alm Alumni sebesar Rp100 juta saat acara berlangsung di hadapan hadirin.
CEO Admedika, Dian Prambini menyoroti pentingnya keterampilan praktis dalam dunia kerja. "Mahasiswa tidak hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kolaborasi, serta kepemimpinan yang kuat agar bisa bersaing secara global," ujarnya.
Sejak 10 Maret 2025, berbagai kegiatan telah diselenggarakan dalam rangkaian FAST Kampus Ramadan, termasuk Festival Takjil, Islamic Performance, Talk Show Entrepreneurship, Talk Show Mental Health, serta puncak acara berbagi kebahagiaan dengan 200 anak yatim piatu. Puncaknya, diisi dengan diskusi strategis serta penyaluran donasi dan bantuan bagi masyarakat sekitar kampus.
Sebagai bagian kontribusi nyata, FAST menyalurkan bantuan 1000 Paket untuk Anak Yatim Dhuafa Rp200 juta, Endowment Fund Rp 100 juta, Bantuan Masjid Syamsul Ulum Rp100 juta, Belanja Bareng 200 Anak Yatim Rp50 juta. Ada juga Bantuan Pendidikan anak Alm Alumni sebesar Rp100 juta saat acara berlangsung di hadapan hadirin.
CEO Admedika, Dian Prambini menyoroti pentingnya keterampilan praktis dalam dunia kerja. "Mahasiswa tidak hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kolaborasi, serta kepemimpinan yang kuat agar bisa bersaing secara global," ujarnya.
(nnz)
Lihat Juga :