Siapa Mahasiswa Pertama di UGM? Ini Profil Prof Hardjoso Prodjopangarso
Senin, 07 April 2025 - 08:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pendidikan Febri Diansyah yang Kini Bela Hasto Kristiyanto, Ternyata Lulusan UGM
Prof. Dr. Hardjoso Prodjopangarso lahir di Solo 9 Mei 1923. Pada tahun 1937 ia menuntaskan pendidikan dasar di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Purbayan, Surakarta.
Setelah beranjak remaja, ia lalu pindah ke Jakarta dan menyelesaikan pendidikan di RK Meer Uitbreid Lager Onderwijs (MULO) dan Sekolah Menengah Teknologi di Jakarta.
Baca juga: Cerita Lintang, Lulusan Tercepat UGM dengan Predikat Cumlaude yang Aktif Berorganisasi
Ayah tujuh anak dan kakek dari sebelas cucu ini sempat menjadi Kepala Staf Korp M Brigadir 17 dengan pangkat terakhir letnan satu.
Pada masa perjuangan, Hardjoso ikut mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan dan mendokumentasi peristiwa tersebut engan beberapa lukisan.
Pada tahun 1950, Hardjoso mengalami demobilisasi perpindahan status dari militer ke sipil. Ia kembali melanjutkan aktivitas sebagai mahasiswa UGM.
Dalam bidang keilmuan, Hardjoso telah menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat bagi masyarakat di berbagai bidang.
Seperti Tripikon-S (tangki septic untuk daerah rawa) pada 1989, Subromarto (bangunan pembakaran sampah) pada 1990, lalu Nalareksa (alat menganalisa udara) pada 1992.
Inovasi Hardjoso yang lain bernama Ki Panca Sihir, Nyi Bunga Sihir dan Cak Kilang Sihir (alat pembersih air tanpa bahan kimia) pada kurun waktu 2001-2003.
Lahir di Solo
Prof. Dr. Hardjoso Prodjopangarso lahir di Solo 9 Mei 1923. Pada tahun 1937 ia menuntaskan pendidikan dasar di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Purbayan, Surakarta.
Setelah beranjak remaja, ia lalu pindah ke Jakarta dan menyelesaikan pendidikan di RK Meer Uitbreid Lager Onderwijs (MULO) dan Sekolah Menengah Teknologi di Jakarta.
Baca juga: Cerita Lintang, Lulusan Tercepat UGM dengan Predikat Cumlaude yang Aktif Berorganisasi
Ayah tujuh anak dan kakek dari sebelas cucu ini sempat menjadi Kepala Staf Korp M Brigadir 17 dengan pangkat terakhir letnan satu.
Pada masa perjuangan, Hardjoso ikut mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan dan mendokumentasi peristiwa tersebut engan beberapa lukisan.
Pada tahun 1950, Hardjoso mengalami demobilisasi perpindahan status dari militer ke sipil. Ia kembali melanjutkan aktivitas sebagai mahasiswa UGM.
Deretan Karya Pof Hardjoso
Dalam bidang keilmuan, Hardjoso telah menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat bagi masyarakat di berbagai bidang.
Seperti Tripikon-S (tangki septic untuk daerah rawa) pada 1989, Subromarto (bangunan pembakaran sampah) pada 1990, lalu Nalareksa (alat menganalisa udara) pada 1992.
Inovasi Hardjoso yang lain bernama Ki Panca Sihir, Nyi Bunga Sihir dan Cak Kilang Sihir (alat pembersih air tanpa bahan kimia) pada kurun waktu 2001-2003.
Lihat Juga :