Ini Arti Sangkil dan Mangkus, Kata yang Jarang Dipakai dan Diketahui Orang
Rabu, 16 April 2025 - 06:00 WIB
loading...
Arti kata Sangkil dan Mangkus sangat jarang diketahui banyak orang. Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Pada khazanah bahasa Indonesia , ada banyak kata indah dan bermakna yang jarang dikenal masyarakat luas. Di antaranya ada pasangan kata "sangkil dan mangkus".
Meski menjadi bagian dari kekayaan bahasa Indonesia , kedua kata ini nyaris tak pernah terdengar dalam percakapan sehari-hari. Mungkin ada sebagian yang hanya tahu sepintas, tetapi tak benar-benar mengetahui arti sebenarnya.
Baca juga: Mana Penulisan yang Benar, Komplit atau Komplet?
Kata “sangkil” dan “mangkus” bukan sekadar kata yang indah secara bunyi, tetapi juga punya makna yang kuat dalam praktik berbahasa. Keduanya sering dipasangkan sebagai satu kesatuan ungkapan karena maknanya saling melengkapi.
Pada kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), ada tiga makna yang disebutkan untuk kata ‘Sangkil”. Masing-masing adalah “sampai”, “kena” atau “mengenai”, dan “efisien”.
Namun, di antara ketiga makna itu, penggunaan kata ‘sangkil’ sendiri lebih sering ke arti yang ketiga, yakni efisien.
Baca juga: 10 Kata Ini Ternyata Berasal dari Bahasa Belanda, Nomor 4 Pasti Sering Kamu Dengar!
Pada makna tersebut, “Sangkil" berarti ringkas, padat atau tidak bertele-tele, terutama dalam penyampaian informasi. Dalam praktiknya, kalimat yang sangkil disebut kalimat yang menyampaikan makna secara langsung, tanpa membingungkan atau memperpanjang penjelasan yang tidak perlu.
Saat menulis artikel atau laporan, gaya penyampaian yang sangkil sangat membantu pembaca untuk memahami inti pesan dengan cepat dan jelas. Jadi, alih-alih memberi penjelasan yang rumit dan panjang, akan lebih baik memakai penyampaian sangkil.
Baca juga: Standarisasi atau Standardisasi, Mana Penulisan Kata yang Benar?
Beralih ke kata “mangkus”, KBBI memberinya arti mustajab, mujarab, manjur, dan berhasil guna. Namun, dalam penggunaannya, kata "mangkus" sering diartikan sebagai tepat guna alias efektif.
Meski menjadi bagian dari kekayaan bahasa Indonesia , kedua kata ini nyaris tak pernah terdengar dalam percakapan sehari-hari. Mungkin ada sebagian yang hanya tahu sepintas, tetapi tak benar-benar mengetahui arti sebenarnya.
Baca juga: Mana Penulisan yang Benar, Komplit atau Komplet?
Arti Sangkil dan Mangkus
Kata “sangkil” dan “mangkus” bukan sekadar kata yang indah secara bunyi, tetapi juga punya makna yang kuat dalam praktik berbahasa. Keduanya sering dipasangkan sebagai satu kesatuan ungkapan karena maknanya saling melengkapi.
1. Kata Sangkil
Pada kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), ada tiga makna yang disebutkan untuk kata ‘Sangkil”. Masing-masing adalah “sampai”, “kena” atau “mengenai”, dan “efisien”.
Namun, di antara ketiga makna itu, penggunaan kata ‘sangkil’ sendiri lebih sering ke arti yang ketiga, yakni efisien.
Baca juga: 10 Kata Ini Ternyata Berasal dari Bahasa Belanda, Nomor 4 Pasti Sering Kamu Dengar!
Pada makna tersebut, “Sangkil" berarti ringkas, padat atau tidak bertele-tele, terutama dalam penyampaian informasi. Dalam praktiknya, kalimat yang sangkil disebut kalimat yang menyampaikan makna secara langsung, tanpa membingungkan atau memperpanjang penjelasan yang tidak perlu.
Saat menulis artikel atau laporan, gaya penyampaian yang sangkil sangat membantu pembaca untuk memahami inti pesan dengan cepat dan jelas. Jadi, alih-alih memberi penjelasan yang rumit dan panjang, akan lebih baik memakai penyampaian sangkil.
Baca juga: Standarisasi atau Standardisasi, Mana Penulisan Kata yang Benar?
2. Kata Mangkus
Beralih ke kata “mangkus”, KBBI memberinya arti mustajab, mujarab, manjur, dan berhasil guna. Namun, dalam penggunaannya, kata "mangkus" sering diartikan sebagai tepat guna alias efektif.
Lihat Juga :